Penyakit Ekonomi “Cacing Sapi” Disosialisasikan Non Fisik TMMD

BANJARNEGARA | ANALISAPUBLIK.COM – Sosialisasi Penyakit Cacing Pada Sapi Potong juga diangkat dalam kegiatan Non Fisik TMMD Reguler 102 Banjarnegara. Minggu (29/7/18).

Pemateri, Heri R, Kasi Penyuluh Pertanian Penyelia Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara, menggunakan ruang kelas SD N 1 Pasegeran Kecamatan Pandanarum untuk memaparkan materinya.

Dijelaskannya, bahwa hampir semua sapi yang dipelihara secara tradisional menderita cacingan, secara kasat mata memang tidak semua sapi yang menderita cacingan terlihat sakit, tetapi rata-rata menunjukkan gejala kekurusan. Tingkat keparahan yang ditimbulkan oleh serangan parasit cacing tergantung pada jenis cacing, jumlah cacing yang menyerang, umur sapi yang terserang serta kondisi pakan.

“Walaupun penyakit cacing tidak langsung menyebabkan kematian, namun secara ekonomi dapat menimbulkan kerugian besar bagi peternak. Oleh karena itu tidak heran kalau penyakit cacingan ini sering disebut sebagai penyakit ekonomi,” ucapnya.

Kerugian-kerugian ekonomi yang terjadi mulai dari penurunan berat badan, terhambatnya pertumbuhan sapi muda, penurunan kualitas daging, kulit dan jeroan, penurunan produksi susu pada ternak perah serta bahaya penularan kepada manusia.

“Hasil penelitian, kasus cacingan menyebabkan keterlambatan pertumbuhan berat badan per hari sebesar 40% pada sapi potong dan penurunan produksi susu sebesar 15% pada sapi perah,” jelasnya.

Cacingan atau helminthiasis, merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya infestasi cacing pada tubuh hewan, baik pada saluran pencernaan, pernapasan, hati, maupun pada bagian tubuh lainnya. Pada sapi, umumnya infestasi cacing sering ditemukan pada saluran pencernaan dan hati. Berdasarkan bentuknya, jenis cacing yang dapat menyerang sapi dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu cacing gilig (nematoda), cacing pita (cestoda) dan cacing daun atau cacing hati (trematoda).

Kasus cacingan sering terjadi pada musim hujan atau kondisi lingkungan lembab dan basah, serta kandang lebih sering dalam kondisi yang kotor dan becek. Manajemen pemeliharaan yang kurang baik tersebut menjadi media yang cocok untuk perkembangan telur cacing menjadi bentuk yang siap masuk ke dalam tubuh sapi.

Itulah penjelasan singkat narasumber, agar masyarakat sasaran TMMD mengenal penyebab cacing dan jenis cacing yang menyerang ternaknya, sehingga dapat segera menangani sesuai gejala yang dijelaskan. (Har/Mark/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *