Manfaat TMMD Bagi Satgas Itu Sendiri “Kapulaga”

BANJARNEGARA | ANALISAPUBLIK.COM – Manfaat berbagai macam pembangunan infrastruktur umum maupun perorangan di Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum melalui TMMD Reguler 102 Banjarnegara bagi masyarakatnya sudah pasti 100 persen. Senin (30/7/18)

Namun TMMD juga membawa manfaat bagi Pratu Herwan Sulistyo, anggota Satgas TMMD dari kesatuan Yonif 405 Surya Kusuma, mendapatkan tambahan wawasan dan ilmu terkait hasil bumi warga berupa biji kapulaga. Bersilaturahmi dengan salah satu pedagang kapulaga, dirinya mendapatkan ilmu dari Ibu Saroji (53) Desa Jambean Rt/Rw. 2 Desa Pringamba, desa tetangga Pasegeran. Bu Saeroji mengaku membeli kapulaga dari petani sebesar 65 ribu rupiah dan dijual kembali seharga 72 ribu rupiah.

Dikatakannya, ”Seneng liat jalane sampun di cor tentara, mendet kapulaga teng Pasegeran gampil,” (Senang melihat jalan sudah dicor tentara, ngambil kapulaga di Pasegeran jadi gampang – red) ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan singkat, bahwa kapulaga adalah rempah-rempah termahal ketiga di dunia, setelah saffron dan vanilla. Penghasil terbesar di dunia adalah Guatemala dan India. Namun kini beberapa negara seperti Sri Lanka dan Indonesia juga membudidayakannya. Konsumen memanfaatkan buah ini sebagai bahan dasar obat tradisional.

Kapulaga berbuah pada umur 2-3 tahun dan buahnya muncul dari batang semu dekat tanah, merayap bersama tandannya sepanjang 1 meter ke tanah sekitarnya. Supaya tidak terkena lumpur kalau hujan, petani menyelipkan lembaran plastik sebagai alas di bawah tandan buah tersebut. Tanaman herbal yang membentuk rumpun menyerupai jahe, dengan ketinggian 2-3 meter dan liar tumbuh di hutan-hutan yang masih lebat di ketinggian 200-1.000 mdpl. Dapat tumbuh subur di bawah rindangnya tanaman lain.

“Umur tanaman ini adalah 10-15 tahun, dengan panen 4 kali dalam setahun. Bila panen petani bisa langsung menjualnya kepada pedagang seperti saya,” imbuhnya.

Pasca panen, buah dicuci dengan menggunakan soda pencuci 2% selama 10 menit. Kemudian dijemur dengan cara diangin-anginkan atau menggunakan tikar ataupun terpal saat pagi hari, hindarkan dari panas matahari langsung. Penjemuran dilakukan selama 5-10 hari, sampai kadar air kapulaga yang dijemur mencapai 15-20% atau dengan perbandingan 5:1 (5 kg basah : 1 kg kering).

Untuk pemasarannya, kapulaga dikemas dalam karung goni yang terang dengan sirkulasi udara yang baik, bisa juga dengan peti kayu sengon yang dilapisi kertas timah atau aluminium foil agar kondisi buah terjaga sampai ke tangan pembeli.

Tentunya dengan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,1 kilometer, akan lebih mempermudah ibu tersebut dalam pengangkutan hasil beli dari warga. Pun bagi anggota Satgas TMMD tersebut yang mendapatkan wawasan baru kapulaga. (Har/Mark/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *