Pemasangan Paving Block Ditarget Rampung Dalam Waktu Dekat

BONTANG | ANALISAPUBLIK.COM – Pemasangan paving block di halaman Gereja Kemah Injil Indonesia Haleluya (KIIH) di Kelurahan Telihan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 di wilayah Kodim 0908/BTG telah memasuki tahap akhir atau finishing.

Ditargetkan dalam waktu 3 hari ke depan, pemasangan tersebut sudah selesai dilakukan. Hal ini mengingat sisa beberapa hari lagi masa TMMD berakhir. Di satu sisi, jika pemasangan paving block sudah selesai, maka personel Satgas TMMD yang berada di Gereja KIIH Telihan akan diperbantukan di pembuatan turap Sungai Bontang yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api.

“Saat ini 10 personel Satgas TMMD sudah diperbantukan di turap Sungai Bontang. Di Gereja hanya sisa beberapa personel saja untuk finishing,” ujar Dandim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono melalui Pasi Intel Kodim Lettu Inf Rukito, Senin (30/7).

Diperbantukannya 10 personel ke Sungai Bontang kata Rukito, lantaran untuk membantu mempercepat pembangunan turap sehingga bisa selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Lettu Rukito berharap, agar proses pengerjaannya bisa lancar dan tidak menemukan kendala yang berarti.

Sebagai informasi, program TMMD ke-102 ini akan dilaksanakan selama sebulan mulai 10 Juli-8 Agustus 2018. Tujuannya, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan TMMD ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik, menyasar penurapan Sungai Bontang yang berlokasi di Kelurahan Api-Api, pembangunan turap di lokasi Masjid Nurul Jariyah Loktuan, serta pemasangan paving block di Gereja Kemah Injil Indonesia Haleluya (KIIH) di Kelurahan Telihan. Adapun kegiatan non fisik, terdiri dari sosialisasi wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, sosialisasi kerukunan hidup beragama, sosialisasi bahaya laten komunis (balatkom) dan radikalisme, penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan hukum dan kamtibmas, serta bahaya bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Wan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *