Bina Desa Putukrejo, Dinas PU SDA Lakukan Penghijauan

MALANG | ANALISAPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) pada kegiatan Bhakti Sosial Menata Desa (Bina Desa) yang bertempat di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi, Rabu (1/8), lakukan penghijauan dengan menanam 300 pohon kayu jenis mahoni.

Penanaman pohon tersebut yang dilakukan Pemerintah dan stakeholder terkait di Kabupaten Malang, sudah menjadi agenda rutin Dinas PU SDA setiap kegiatan Bina Desa.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Malang melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Manfaat dan Kemitraan Sumber Daya Air Meftahol Fauzi mengatakan, tujuan diadakannya penghijauan tersebut, untuk mengurangi lahan kritis dan juga mencegah terjadinya bencana alam.

Dijelaskannya, lahan kritis di Kabupaten Malang terus bertambah, hal ini, diakibatkan karena kegagalan kegiatan penanaman yang tidak disertai pemeliharaan, juga tidak adanya pendampingan terhadap petani dan eksploitasi pemanfaatan lahan secara tidak konservatif.

Selain itu, juga adanya pembukaan dan alih fungsi lahan dan banyaknya penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukannya, sehingga, banjir, longsor, erosi dan sebagainya sering terjadi.

Jadi untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Malang terus melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah penhijauan, ujar Fauzi.

Masih lanjut Fauzi, untuk jenis dan banyaknya pohon yang ditanam pada tiap kegiatan Bina Desa bermacam-macam, tergantung permintaan dari masyarakat, mereka mau jenis kayu apa dan banyaknya berapa.

Dirinya menambahkan, atas mama Pemkab Malang melalui Dinas PU SDA, sangat berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar bisa bekerjasama dalam menjaga dan memelihara kingkungan khususnya pada titik Yang di nilai rawan terjadinya bencana.

Pada kegiatan Bina Desa kali ini, selain menanam 300 pohon kayu, Dinas yang dipimpin Ir.Moch Anwar itu juga melaksanakan pemasangan 3 pintu air irigasi dan pembangunan serta perluasan tampat bagi para pedagang untuk berjualan di lokasi wisata alam Sumber Sira.

Bukan hanya itu saja, lahan yang masih kosong di area wisata ini nantinya kata Fauzi, akan di pergunakan untuk bangunan tempat bermain bagi anak-anak.

“Jika tempat wisata memiliki daya tarik tersendiri, kami yakin tempat tersebut akan ramai di kunjungi wisatawan, secara otomatis pertumbuhan ekonomi warga disekitar lokasi wisata seperti di Sumber Sira ini, akan lebih meningkat dan kemiskinan serta pengangguran semakin berkurang,” tutup Fauzi. (Asral)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *