Polres Tanjung Perak Surabaya Gulung 2 Orang Pengedar Uang Palsu

SURABAYA | ANALISAPUBLIK.COM – Satreskrim Polres Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap dua orang pengedar uang palsu (upal) pada Senin (30/7/2018) malam. Mereka adalah Ahmad Yasin (44) warga Gunung Sari, Surabaya dan Mustofa (45) warga Sumber Rejo, Pandaan, Pasuruan.

Keduanya ditangkap ditempat yang berbeda. Ahmad Yasin ditangkap Hotel Grand Kalimas, Pabean Cantikan, Surabaya. Sementara Mustofa ditangkap di rumahnya di Sumber Rejo, Pandaan, Pasuruan.

“Modusnya, Yasin melakukan transaksi penjualan uang palsu berupa Dollar Amerika pecahan USD. 100 sebanyak 300 lembar. Upal itu dihargai Rp100 juta yang menurut pengakuan Yasin merupakan hasil ritual mendatangkan uang.

“Diungkapkan Kapolres yang akrab disapa Agus itu, awalnya anggota kami Satreskrim mendapatkan laporan tentang adanya transaksi uang palsu di Hotel Grand Kalimas, Surabaya pada Selasa, 31 Juli 2018 dini hari.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh anggota. Beberapa personil langsung meluncur menuju ke TKP, dan menangkap Ahmad Yasin bersama barang bukti sebanyak 300 lembar dollar Amerika Serikat dengan pecahan 100 dollar,” kata AKBP Antonius Agus Rahmanto, Rabu ( 1/8/2018).

Setelah dilakukan pemeriksaan, Ahmad Yasin pun berceloteh bahwa uang tersebut dia dapatkan dari Mustofa, temannya yang tinggal di Sumber Rejo, Pasuruan. “Setelah mendapatkan identitas dan tempat tinggal Mustofa, personil anggota kami pun segera melakukan pencarian. Dan beberapa jam kemudian tersangka ( Mustofa, red) berhasil kamo tangkap di rumahnya di Pandaan, Pasuruan,” sebut Agus.

Saat ini, kasus peredaran uang palsu tersebut masih terus didalami. “Masih kami telusuri. Dari pengakuan pelaku Mustofa, dia mendapatkan uang tersebut dari hasil ritual penggandaan uang. Tetapi, ucapannya tersebut tentu tidak kami percayai. Ada yang masih disembunyikan dan perlu untuk diungkap lebih jauh,” paparnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita seribu lembar uang dollar Amerika Serikat palsu pecahan 100 dolar dan uang mainan sebanyak satu peti pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Selain itu juga turut disita alat-alat ritual, satu kardus kertas bentuk cetakan uang, satu buah alat money tester, 21 keping kuningan, sebuah patung kuningan bentuk gajah, sebilah keris, dan satu buah berlian imitasi.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *