Jelang Penutupan, Satgas Bersama Mahasiswa Bersihkan Lapangan

BONTANG | ANALISAPUBLIK.COM – Sejumlah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman ikut membantu membersihkan lapangan bola Berebas Pantai. Sabtu (4/8) Pagi.

Diketahui, lapangan yang tepat berada di pinggir laut tersebut tengah dipersiapkan untuk pelaksanaan upacara penutupan TMMD ke-102 tahun 2018 Kodim 0908/Btg pada tanggal 8 Agustus mendatang.

Mahasiswa Unmul tersebut berbaur bergotong royong bersama warga dan prajurit TNI meratakan beberapa bagian lapangan, memungut sampah serta memasang umbul-umbul.

Dari lokasi, sejumlah persiapan terus dilakukan TNI bersama warga jelang upacara penutupan di Lapangan Berbas Pantai tepatnya di samping lokasi wisata Bontang Mangrove Park.

“Sambutan dari masyarakat terhadap kegiatan TMMD luar biasa, termasuk dari kalangan Mahasiswa. Hampir semua menyatakan senang dan bangga, sehingga apa yang kita kerjakan, mereka dengan senang hati melibatkan diri,” kata Pasi Intel Kodim 0908/Btg Lettu Inf Rukito.

Kata Lettu Rukito, rencananya nanti penutupan TMMD akan dihadiri langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto.

Sebagai informasi, program TMMD ke-102 ini dilaksanakan selama sebulan mulai 10 Juli-8 Agustus 2018. Tujuannya, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan TMMD ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik, menyasar penurapan Sungai Bontang yang berlokasi di Kelurahan Api-Api, pembangunan turap di lokasi Masjid Nurul Jariyah Loktuan, serta pemasangan paving block di Gereja Kemah Injil Indonesia Haleluya (KIIH) di Kelurahan Telihan.

Adapun kegiatan non fisik, terdiri dari sosialisasi wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, sosialisasi kerukunan hidup beragama, sosialisasi bahaya laten komunis (balatkom) dan radikalisme, penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan pertanian dan perikanan, penyuluhan hukum dan kamtibmas, serta bahaya bencana dan kebakaran hutan dan lahan. (Har/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *