RSUD SLG Resmi Dibuka Bupati Kediri, Optimalkan Pelayanan Pasien Barat Sungai

Caption : Bupati Kediri Hj.dr. Haryanti Sutrisno saat meresmikan RSUD SLG Kediri.

KEDIRI RAYA | ANALISAPUBLIK.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul ( SLG), merupakan rumah sakit daerah tipe C yang berada di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, diresmikan oleh Bupati Kediri Hj. dr. Haryanti Sutrisno. Selasa (7/8/2018).

“Dengan hadirnya RSUD SLG Kabupaten Kediri ini akses masyarakat lebih didekatkan. Kita upayakan penyediaan sarana dan prasarananya,” ungkap Haryanti dalam sambutannya.

Masih dalam sambutan Bupati Kediri Haryanti, pembangunan RSUD SLG, sebelum dimulai, Pemkab Kediri membebaskan sebanyak 39 bidang tanah dengan luas kurang lebih 75 hektar.

“Awalnya akan dianggarkan multy years, kemudian berubah menjadi single years dengan pekerjaan selama dua tahun. Dan Alhamdulillah, sekarang ini sudah terbangun dan akan kita tambah dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Masih lanjut Haryanti, untuk tenaga cleaning servis belum tersedia. Pasalnya, lelang cleaning service belum ada pemenangnya.

“Akibatnya, para pegawai yang ada selain memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat juga harus nyambi mengepel sendiri,” paparnya.

Dengan berdirinya RSUD SLG, maka Kabupaten Kediri saat ini memiliki dua rumah sakit daerah. Yaitu RSUD Pare dan RSUD SLG.

Bagaimana dengan nasib RSUD Pelem?
Lebih jauh Haryanti memaparkan,keberadaan dua rumah sakit ini akan bersaing dalam pelayanan. Yaitu RSUD Pelem akan memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di timur Sungai Brantas, khususnya sekitar Kecamatan Pare, Kepung, Kandangan, Puncu dan sekitarnya.

“Sedangkan untuk RSUD SLG memberikan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat di barat Sungai Brantas seperti, Kecamatan Mojo, Semen, Grogol, Tarokan dan sekitarnya,” urainya.

Berkenaan dengan fasilitas, Bupati Kediri Haryanti mengatakan, dua pereode ini sebenarnya menghendaki adanya radio Terapy di RSUD SLG. Tetapi, karena terbentur peraturan, maka keinginannya harus tertunda lebih dahulu.

“Hanya rumah sakit paling rendah type B yang bisa memiliki alat radio Terapy. Sedangkan RSUD SLG baru bertype B.
Ternyata aturan, untuk radio Terapy harus type B. Kita baru C, maka harus kita upgrade. Radio Terapy ini diperuntukkan bagi pasien penderita kanker. Selama ini, masyarakat Kediri yang ingin mendapatkan pelayanan radio Terapy harus pergi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ungkapnya.

Untuk pelayanan awal, terang Haryanti dalam sambutannya, RSUD bertipe C ini akan fokus pada pelayanan seperti spesialisasi bedah, anak, obstetri ginekologi, serta penyakit dalam.

“Sedangkan untuk spesialisasi tambahan yakni jantung dan bedah plastik lalu untuk spesialisasi penunjang seperti anestesi dan patologi klinik (laboratorium),” terangnya.

Selain itu juga dalam sambutannya, Bupati Kediri Haryanti berpesan supaya, pelayanan harus ramah dan bekerja dengan hati.

“Pegawai RSUD SLG harus memperlakukan pasien dengan baik.
Jangan pelit untuk menerangkan. Juga saya titip forkopimda, supaya dibimbing para karyawan dan karyawati secara hukum kesehatan. Bagaimana barang yang termasuk berbahaya. Mereka kadang tidak tahu. suatu waktu mungkin harus diterangkan,” pintanya.

Sekedar diketahui, RSUD SLG memiliki ruang inap atau kamar sebanyak 60. Hal itu sesuai dengan standartrisasi rumah sakit bertipe C yang terbagi dari kelas VIP, satu, dua dan tiga. Dengan layanan UGD, Poliklinik, ICU, NICU PICU serta ditambah dengan layanan penunjang seperti Laboratorium, Anestesi, Central Sterilization Supply Departement (CSSD), Radiologi dan Pemulasaraan Jenasah. (kominfo/mun/pan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *