Seorang Mahasiswa Tertangkap Tangan Membawa Narkoba

SURABAYA | ANALISAPUBLIK.COM – Seorang mahasiswa berinisial GC (24) yang kuliah di salah satu universitas swasta di Surabaya, yang diketahui indekos di Jalan Siwalankerto Surabaya dibekuk tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Wonokromo Surabaya, Sabtu sore (4/8/2018).

Warga asli yang beralamat tinggal di Jalan Teuku Umar, kec. Waru Sidoarjo itu ditangkap Polisi secara tidak sengaja di stasiun wonokromo.

Petugas Polsek Wonokromo, yang saat itu sedang melakukan pengaman dan antisipasi terhadap Suporter sepak bola di Stasiun Wonokromo.

Anggota yang melihat sekelompok orang yang mencurigakan di sekitar Stasiun, ketika didekati petugas, pemuda tersebut malah lari, sehingga anggota mengejar untuk dilakukan penangkapan.

Saat tertangkap dilakukan penggeladahan dan ditemukan handpone (HP), setelah dibuka HP tersebut ternyata terdapat transaksi jual beli narkotika jenis sabu.

Akhirnya pemuda itu mengakui pernah menjual narkoba dan masih ada sisa narkoba ditempat kostnya.

Anggota polsek wonokromo juga melakukan penggeledahan di kamar kost, dan menemukan narkoba golongan I jenis sabu seberat 1 ons beserta alat isap (bong), korek gas, serta perlengkapan sabu lainnya.

Setelah di introgasi GC mengaku jika mendapatkan sabu dari seorang bandar berinisal AD yang berada di Lapas Ngawi.

Tersangka GC sendiri mengaku jika bisnis terlarang itu dilakoninya sudah selama 3 bulan.

Uangnya, oleh pelaku diakuinya sebagai pemasukan ekonomi keluarga.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, polisi menangkap pelaku ketika sedang mensweping supporter sepak bola. Kemudian menjumpai sekelompok anak muda yang mencurigakan. Diantara 6 orang tersebut, satu melarikan diri.

“Satu pemuda yang berstatus Mahasiswa ditetapkan tersangka. Dari yang bersangkutan petugas mendapati barangbbukti tentang adanya transaksi jual beli narkoba,” sebut Rudi, Rabu (8/8/2018).

Lanjut rudi, dari lokasi kosnya yang digeledah, petugas mendapati narkotika jenis sabu, timbangan elektrik, serta alat hisap atau bong dan plastik plastik klip.

Satnarkoba Polrestabes akan terus menggali ke arah pelaku yang lebih besar lagi yang identitasnya sudah dikantongi oleh petugas.

Berdasarkan barang bukti dan hasil penyelidikan, tersangka tidak hanya berstatus sebagai kurir, namun juga pengedar, bahkan pengguna. Karena dalam pemeriksaan, hasil tes urine pelaku dinyatakan positif. (Ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *