Gelar Pameran Budaya,Ingatkan Generasi Muda Agar Tidak Lupa Sejarah Leluhur

TRENGGALEK | ANALISAPUBLIK.COM – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 dan hari jadi Kabupaten Trenggalek ke- 824, Pemkab Trenggalek berencana menggelar pameran budaya di Gedung Bhawarasa 18 – 20 Agustus mendatang.

Salah satu tujuan utamanya adalah untuk melestarikan Budaya Nusantara terutama pusaka dan keris yang sudah mendapat pengakuan dari UNESCO.

Bekti Hery Suwinto selaku ketua panitia menjelaskan, selain untuk melestarikan Budaya Nusantara juga untuk mengingatkan kepada generasi muda agar ingat akan karya para leluhur yang memiliki banyak nilai keindahan.”Pameran kali ini lebih mengedepankan sisi edukasi dengan mengenalkan Eksoteri/keindahan,” terangnya (9/8).

Dijelaskan dia, pameran berskala nasional ini akan mengundang beberapa kabupaten yang ada di tanah air.”Kami sudah menghubungi beberapa daerah untuk bisa hadir di pemeran nanti,” tambahnya.

Selain itu, panitia juga akan mengundang siswa siswi dan mahasiswa se-Kabupaten Trenggalek.”Kami ingin memahamkan kepada generasi muda jika pusaka itu tidak hanya memiliki nilai Isoteri/Mistik tetapi juga ada sisi seninya,” tegasnya.

Heri mengatakan, pameran budaya ini sudah digelar sejak Tahun 2007 dan diselenggarakan setiap tahun.”Semoga Pemkab tetap konsisten dalam menggelar pameran agar nilai budaya leluhur tetap bisa dilestarikan,” katanya.

Dalam pameran budaya kali ini akan menampilkan, Pameran Tosan Aji dan bursa, foto hasil lomba dan Festival Pesona Wisata (FPW).

Terpisah, Mukti Hardaya selaku penasihat Pameran Budaya tidak menampik jika animo masyarakat di Trenggalek cukup tinggi terhadap benda – benda peninggalan leluhur berupa, keris, tombak,pedang dan alat – alat perang.”Pemeran ini sangat bagus apalagi berskala nasional sehingga perlu diapresiasi,” ujarnya.

Pria asli Trenggalek ini menuturkan jika di Trenggalek pernah menggelar Pameran 1000 pusaka pada tahun 2010 sekaligus yang terbesar di tingkat nasional dan menjadi percontohan dibeberapa kabupaten lain.”Kami bersama teman – teman pernah menggelar pameran spektakuler dan mendapat tanggapan positif,” jelasnya.

Selanjutnya, menurut dia, nilai budaya leluhur harus dipertahankan agar kecintaan kepada negara Indonesia semakin kuat dan bisa dijadikan sarana menguatkan jiwa nasionalisme.”Semoga Pemkab terus mensuport kegiatan yang diselenggarakan tiap tahun agar budaya leluhur di Kabupaten Trenggalek tidak musnah digilas jaman,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *