Peringati HUT RI Ke-73, LaPas Banyuwangi Menggelar Berbagai Perlobaan

BANYUWANGI | ANALISAPUBLIK.COM – Dalam rangkat menyambut dan memepringati HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-73, kamis siang (9/8/2018) Lembaga Pemasyarakatan (LaPas) kelas II B Banyuwangi mengadakan kegiatan perlombaan tankap belut dan bola terong.

Warga binaan sangat berantusias mengikuti perlobaan tersebut sehingga suasana pun menjadi sangat meriah.

“Semua warga binaan mengikuti perlombaan yang digelar dalam rangkat HUT RI kali ini dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Sehingga rasa kebersamaan dan kerukunan sesama warga binaan pun menjadi lebih erat”, ungkap Ketua Panitian Perlombaan tingkat WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), Herry Santoso, kamis (9/8/2018).

Diketahui, selain acara kali ini, WBP LAPas Banyuwangi dalam seminggu kedepan, mengadakan berbagai acara perlombaan yang dimulai sejak kemarin, 8 agustus 2018.

“Ada tiga kriteria perlombaan yang digelar oleh WBP, mulai dengan perlobaan Edukasi seperti pembacaan teks proklamasi, perlombaan Olahraga diatantaranya Volly dan tenis meja, serta perlombaan Umum dan Hiburan yang biasa digelar oleh masyarakat umum yaitu lari kelereng, bola terong, tangkap belut dan lainya “, imbuh Herry (panggilan akrab).

Selanjutnya, Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Ahyar, Bc. IP, SH, MH. melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Banyuwangi, Yusup Purwadi menjelaskan bila sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan perayaan HUT RI yang digelar WBP kali ini. Dan semua kegiatan dapat berjalan karena tidak lepas dari situasi didalam LaPas yang selalu kondusif.

“Saat ini WBP lebih sadar diri dalam menjaga keamanan. Sehingga saat ada salah satu WBP yang membuat kericuhan maka akan diadili oleh WBP sendiri dengan hukum adat yang dibuat bersama”, jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, hubungan antara petugas dan WBP lebih harmonis, bahkan seperti sahabat dan keluarga sendiri. Dan suasana pun menjadi seperti kehidupan di perkampungan.

“Dalam menjaga keamanan agar selalu kondisif, kami melakukan 3 terobosan yaitu konsulidasi dalam/intenal (kedisipilinan petugas), tidak ada diskriminasi, dan pendekatan kearifan lokal. Terobosan ini terbukti dapat membuat situasi LaPas Banyuwangi menjadi lebih kondusif, dan lebih memanusiakan WBP”, tambahnya. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *