Bupati Sidoarjo Berangkatkan Calon Jamaah Haji Secara Estapet

SIDOARJO | ANALISAPUBLIK.COM – Bupati Sidoarjo kembali memberangkatkan Calon jamaah Haji kloter 72 dan 73, si Pendopo kabupaten, (10/8).

Pemberangkatan ini merupakan pemberangkatan yang estapet menuju Embarkasi Surabaya yang mana pemberangkatan pertama di pagi hari untuk kloter 71.

Kepala Kementerian Agama Achmad Ropi`i melaporkan pemberangkatan calon jamaah haji etape 2 pada hari ini merupakan kloter yang paling besar karena jamaah haji yang diberangkatkan terbagi dalam dua kloter yang berjumlah 885 orang. Kloter 72 sejumlah 443 jamaah, untuk kloter ke 73 sejumlah 442. Dan untuk resiko tinggi masing – masing kloter jumlahnya hampir sama untuk kloter 72 sejumlah 272 jamaah, dan kloter 73 sejumlah 273 jamaah,’ ungkapnya.

“Dari jamaah yang beresiko tinggi untuk kloter 72 ada 26 orang dan kloter 73 adalah 28 orang yang dalam pengawasan khusus, yang dipantau oleh tenaga medis. Walaupun demikian saya berharap semua jamaah haji yang berangkat pada hari ini, tetap sehat – sehat sampai di tanah suci dan diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah hajinya,” harapnya.

Masih Achmad Ropi’i, sampai hari ini hanya menaikkan 4 kursi roda untuk jamaah haji asal Sidoarjo, mudah – mudahan setelah sampai sana kursi tidak dibutuhkan lagi, dan semakin sehat dalam menjalankan ibadah hajinya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo dan pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan bantuan transportasi untuk Jemaah haji menuju embarkasi Surabaya dan souvenir berupa batik sidoarjo untuk calon jamaah haji asal Sidoarjo,” ucapnya.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.HUM juga menambahkan semangat dan mendoakan para calon jamaah haji khususnya yang berasal dari Sidoarjo agar diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji dan pulang membawa predikat Haji yang mabrur. Jaga kesehatan dengan makanan yang sehat, jangan minum – minuman kaleng karena mengandung bahan kimia, cukup minum air zam – zam saja, dan titip doa juga untuk Kabupaten Sidoarjo agar dijauhkan dari musibah dan bencana, cukup bencana lumpur lapindo saja,” pungkasnya. (heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *