Pemkot Surabaya Bantu Kebutuhan Barang dan Tenaga ke Lombok

SURABAYA | ANALISAPUBLIK.COM – Selain bantuan berupa uang untuk perbaikan gedung sekolah, Pemkot Surabaya juga mengirimkan bantuan berupa barang dan tenaga. Kumpulan bantuan barang tersebut, merupakan hasil donasi dari beberapa jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat Surabaya.

Wali Kota Surabaya menegaskan pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa barang, yang akan disalurkan ke Lombok Utara. Bantuan tersebut terdiri dari makanan, susu, pampers, tenda, penjernih air (water purifier), genset, baju, sarung, tikar, beras dan obat-obatan.

Wali Kota Risma mengirimkan beberapa personil untuk mendukung kebutuhan tenaga di Lombok NTB. Beberapa personil tersebut, terbagi menjadi dua tim. Masing-masing tim menuju ke Lombok Timur dan Lombok Utara. Sementara tim yang menuju ke Lombok Utara, terdiri dari tenaga medis, anggota Satpol-PP, Linmas, dan PMK.

Tim awal telah berangkat pada Rabu, (08/08), untuk survey lokasi bangunan sekolah di Lombok Timur, dan tim kedua berangkat kemarin sore, Kamis, (09/08), untuk mensuplai kebutuhan barang dan tenaga ke Lombok Utara.

“Untuk Lombok Timur kita fokuskan pada perbaikan sekolah. Karena kita cek sekolah yang paling parah. Kemudian kita cek yang mana belum ditangani, ketemulah di Lombok Utara. Jadi kita juga kirim bantuan ke Lombok Utara,” katanya.

Wali Kota Risma menuturkan, bentuk bantuan berupa barang merupakan hasil donasi diluar bantuan untuk perbaikan gedung sekolah. Selain itu, beberapa barang memang sengaja dibelikan untuk mensuplai kebutuhan di sana. Seperti kebutuhan tenda, genset dan pompa air beserta selang.

“Ini tadi ditelpon dari sana minta kain kafan. Jadi ya kita siapin untuk kain kafan,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Wali Kota Risma menambahkan, pihaknya masih akan terus membuka posko bantuan peduli korban gempa di Balai Kota, untuk membantu perbaikan gedung sekolah. Wali Kota Risma ingin bantuan gedung sekolah tidak hanya fokus pada perbaikan gedung, Namun, ia ingin bantuan untuk sekolah juga dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang mendukung proses belajar dan mengajar di sana.

“Kita kepingin sekolah itu bukan hanya bisa dibangun gedungnya, tapi sekaligus mebeler. Kalau misalkan listrik, gimana listrik disana. Ini mereka (tim) survey juga, sambungan listriknya bisa atau tidak. Kalau kita ada uang nanti kita bantu yang lain misalkan komputer,” pungkasnya. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *