TIPD Kota Kediri Terbaik Se-Jawa-Bali, Angka Kemiskinan Menurun

KEDIRI | ANALISAPUBLIK.COM – Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan pada semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memiliki persepsi yang sama tentang kemiskinan. Hal ini disampaikan dalam rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di ruang Command Center Balaikota Kediri, Kamis (9/8/2018)

Menurut Mas Abu, panggilan akrabnya, Pemerintah Kota Kediri telah mengalokasikan dana cukup banyak untuk masyarakat. Anggaran tersebut diantaranya melalui kegiatan Prodamas, bansos, jamkesda, seragam gratis, dan subsidi angkutan.

“Program kita sudah bagus, selanjutnya saya minta semua kepala OPD memastikan bahwa program-program tersebut tepat sasaran”, ujar Mas Abu dengan tegas.

Terkait sistem informasi yang sedang disiapkan TKPK, pria berusia 38 tahun ini meminta sistem tersebut harus didukung data yang akurat dan bisa mengintegrasikan program pengentasan kemiskinan dari semua OPD.

Di akhir rapat, Mas Abu memotivasi seluruh peserta dengan menyampaikan bahwa menurunkan inflasi lebih sulit daripada menurunkan kemiskinan.

“Kota Kediri telah berhasil menjadi TPID terbaik se Jawa-Bali, jadi seharusnya menurunkan kemiskinan di Kota Kediri lebih mudah,”ujar Mas Abu.

Sementara itu Plt. Kepala Barenlitbang Kota Kediri, Edi Darmasto, selaku Sekretaris TKPK Kota Kediri menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin Kota Kediri tahun 2017 sebesar 8,49 %, mengalami peningkatan sebesar 0,09 % jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar 8,40 %.

“Namun angka ini masih dibawah Provinsi Jawa Timur sebesar 11,2 % dan nasional sebesar 10,12 % dan menempati urutan ke 11 (sebelas) dari yang terendah di Jawa Timur,” papar Edi Darmasto dihadapan Kepala OPD

Masih ditempat yang sama, Ellyn T. Brahmana, Kepala BPS Kota Kediri, mengungkapkan, peningkatan ini disebabkan di awal tahun 2017 pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pencabutan subsidi listrik pada masyarakat / konsumen berdaya 900 VA.

” 40 % masyarakat Kota Kediri adalah pengguna listrik berdaya 900 VA sehingga berdampak terhadap peningkatan persentase penduduk miskin di Kota Kediri,” ungkapnya.

Dalam rakor ini, selain dihadiri Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, juga dihadiri Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Sekretaris Daerah Budwi Sunu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Mandung Sulaksono, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Enny Endarjati dan anggota TKPK Kota Kediri. (pan/mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *