Nguri-Uri Budaya, Desa Jenggawur Bakal Menggelar acara Jeart

BANJARNEGARA | ANALISAPUBLIK.COM – Di era globalisasi seperti sekarang ini, berbagai kebudayaan asing masuk hingga kepelosok negeri. tak semuanya berdampak positif, sehingga perlu disaring dan diantisipasi.

Sebagai warga negara Indonesia yang cinta tanah air, perlu melakukan upaya upaya guna menjaga dan melestarikan kebudayaan nusantara agar tak punah ditengah maraknya penetrasi budaya asing.

Hal inilah yang melandasi Karangtaruna dan pegiat Desa Jenggawur Kecamatan Banjarmangu, berencana menggelar acara Jenggawur Artinval atau Jeart, sebuah acara yang mengusung ide kearifan lokal dengan tema Memikul Tradisi, Menanam Budaya, yang akan di laksanakan pada tanggal 26, 30 dan 31 Agustus hingga tanggal 01 September mendatang.

Jeart bakal diramaikan oleh serangkaian kegiatan seperti rembug sejarah desa, Pameran fotografi Desa se-Banjarnegara, kirab Tani, Tari Tradisional, Desa Berpuisi, serta pameran produk tani dan produk Bumdes (Badan Usaha milik Desa). Di akhir acara, disajikan musik etnik dan keroncong sebagai penutup.

Menurut pegiat desa, sekaligus ketua Karang Taruna Desa Jenggawur Aan Luki Saputra mengatakan, Jeart diadakan sebagai salah satu upaya “nguri-uri” budaya Nusantara.

“Acara ini juga sebagai usaha mempromosikan beberapa kearifan lokal di desa kami, sekaligus sebagai ajang mempersatukan pemuda, warga, dan Pemerintah dalam rangka mencintai negara melalui pelestarian budaya lokal,” Papar Aan, Jumat (17/08/2018)

Jeart ditargetkan dihadiri sekitar dua ribu pengunjung dari masyarakat Banjarnegara. Tokoh masyarakat, komunitas lokal serta perwakilan Pemkab juga turut diundang.

“Ini baru pertamakali kami menggelar Acara ini. mudah mudahan berjalan lancar, sehingga di tahun tahun mendatang bisa berlanjut dan lebih meriah,” kata Aan (pnj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *