Kondisi Kekeringan, Harga Gabah Di Indramayu Capai 6.000 Kg

INDRAMAYU | ANALISAPUBLIK.COM – Harga Padi terus melambung tinggi mencapai Rp.6.200 per kg, akibat kekeringan berkepanjangan pada Musim panen Padi musim Kemarau atau Sadon 2018

Musim panen Padi musim Kemarau atau Sadon 2018, tidak semuanya dirasakan oleh sejumlah masyarakat di wilayah pertanian Kabupaten Indramayu, tentu sebab utamanya dikarena kekeringan berkepanjangan, namun dengan peristiwa tersebut, harga gabah atau padi saat ini mencapai Rp.6.200 per kg.

Tokoh petani di desa Tunggul Payung Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, Johari mengatakan saat ini Harga Gabah Kering (HGK) mencapai Rp. 5.800 per kg, dari sebelumnya hanya mencapai Rp. 4.800 per kg, berbeda dengan harga Gabah Kering Giling (GKG) per kilogramnya harga gabah mencapai Rp.6.000, tentu harga tersebut sangat menggembirakan bagi sejumlah petani yang berhasil panen saja.

“Ini naiknya tinggi mencapai 6.200 per kg berarti 1 kuintal bisa mencapai Rp.620.000 perkiraan 2 karung gabah, tentunya petani juga petani harus mengeluarkan biaya cukup besar, dari mulai menyedot air memberikan pupuk, guna bisa panen karena kondisi sebelumnya juga sedang kekeringan,”katanya. Jum’at (07/09)

Sama halnya juga dikatakan Adang Rosidi petani padi asal Desa Jambak Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu, ia mengatakan kondisi panen padi pada musim kemarau atau sadon 2018 saat ini berbeda pada musim Rendeng atau Penghujan 2018, pasalnya saat ini air dari irigasi pertanian susah di dapatkan sehingga petani mau tidak mau mengeluarkan ongkos tani lebih besar dari sebelumnya.

“itu mas kalo nyedot sawah sehari semalam untuk beli bensin disel saja bisa 100 ribu, di kali mas beberapa hari agar sawah kami bisa ter airi, ya sampailah angka 2.80.000 sebulan itu untuk beli bensin, belum lagi obat padinya, biar sehat tidak terkena hama,”katanya.

Dirinya menilai tingginya harga gabah bukan wajar lagi, mengingat sebelumnya pengeluaran ongkos bertani sangat besar “jadi kalo naik saat ini harga padi, bias juga sangat menggembirakan, artinya, pengeluaran sebelumnya bisa balik modal dan untung juga,”tambahnya. (M.Toyib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *