Di Tahun Baru Islam Kali Ini, Dandim 0104 Ingatkan Untuk Intropeksi Diri Dan Istighfar

ACEH | ANALISAPUBLIK.COM – Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis di dalam rilisnya, Selasa (11/9/2018), segenap jajaran mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah / 11 September 2018 Masehi.

“Hari ini kita telah memasuki bulan Muharram tahun 1440 Hijriah di tahun 2018 Masehi. Seakan tidak terasa, waktu berjalan dengan cepat, hari berganti hari, pekan, bulan, dan tahun berlalu silih berganti seiring dengan bergantinya siang dan malam. Semoga dengan hal tersebut semua dapat kita panjatkan yang lebih dalam mensyukuri nikmat nikmat dari Allah SWT yang telah mengalir secara terus menerus baik dalam keadaan yang kita tahu ataupun tanpa kita rasakan seperti halnya syukur atas usia yang telah diberikan Allah SWT, Muhasabah (Intropeksi diri) dan Istighfar, mengenang dan memahami kandungan dari Hijrahnya Nabi Muhammad Rasullah SAW,” ucap orang nomor satu di Kodim 0104/Aceh Timur (Atim).

Dandim 0104/Atim Letkol Inf M Iqbal Lubis, menyampaikan bahwa hari ini tidak terasa umur kita sudah bertambah masanya satu tahun, Itu berarti jatah hidup kita otomatis berkurang dan semakin mendekatkan kita kepada rumah masa depan (Alam Barzah/Kuburan). Pelajaran yang terbaik dari perjalanan waktu ini adalah menyadari sekaligus mengintrospeksi diri sudah sejauh dan telah berbuat apa kita selama ini untuk bekal di hari kemudian.

Kemudian ia menjelaskan kita hanya punya lima hari yang harus dipersiapkan dengan mengisi dengan amal baik yakni hari pertama, masa lalu yang telah kita lewati apakah sudah kita isi dengan hal-hal yang dapat memperoleh ridho Allah?. Hari kedua, yaitu hari yang sedang kita alami sekarang ini, harus kita gunakan untuk yang bermanfaat baik dunia maupun akhirat.

Selanjutnya, sambung Dandim, hari ketiga, hari yang akan datang, kita tidak tahu apakah itu milik kita atau bukan dalam hal ini bermaksud apakah di hari yang akan datang kita masih diberi umur tambahan atau tidak? Hari keempat, yaitu hari kita ditarik oleh malaikat pencabut nyawa menyudahi kehidupan yang fana ini, apakah kita sudah siap dengan amal kita? Hari kelima, yaitu hari perhitungan yang tiada arti lagi nilai kerja atau amal, apakah kita mendapatkan rapor yang baik, dimana tempatnya adalah surga, atau mendapat rapor yang buruk mendapatkan tempat yang buruk juga yakni neraka, hal yang sudah pasti sesuai janji Allah SWT. Pada saat itu tidak ada lagi arti penyesalan. Kesemuanya seperti halnya perkataan dari seorang ulama besar Tabi’in, bernama Hasan Al-Basri, “Wahai manusia sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari, setiap hari berkurang, berarti berkurang pula bagaianmu.” Sedangkan menurut Umar bin Khatab berkata, “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.” [SYAIFUL AB]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *