Genjot PAD, Komsi II DPRD Halut “Warning” BUMD Yang Merugikan Daerah

HALMAHERA│ANALISAPUBLIK.COM – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang di biayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Halmahera Utara, dan tidak menguntungkan alias tidak bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadi sorotan tajam Komisi II DPRD.

Hal ini terungkap saat rapat dengar pendapat antara Komisi II dengan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tobelo. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Chelie Sangkung, SE. Dirinya menyebutkan, PT. Hibualamo misalnya. Menurut dia, dana yang digelontorkan untuk membiayai perusahan ini dari APBD, terbilang banyak. Tetapi kemudian lanjut srikandi Gerindra ini, perusahan tersebut tidak mampu berbuat banyak bagi PAD Halmahera Utara.

“Masih jelas dalam ingatan kami, PT Hibualamo. Berapa dana yang bersumber dari APBD yang pemda keluarkan untuk membiayainya. Maksud hati menggenjot PAD, malahan terbalik, perusahan ini sangat tidak menguntungkan pemda”, singgung wanita yang terkenal dengan vokalnya yang blak-blakan.
Sebab itu, Chelie Sankung lewat Komisi II berpesan kepada PDAM Tobelo berpesan, agar selain menjaga kestabilan pelayanan terhadap pelanggan, juga mampu menghasilkan PAD bagi Halmahera Utara.

“Kita bisa mengusulkan penambahan anggaran buat PDAM, tetapi harus di ingat pula persoalan kontribusi PAD bagi Halmahera Utara.

Semua ini dalam rangka kepentingan bersama dalam memajukan daerah yang kita cintai”, cecar Chelie.

Sama halnya dengan Chelie, Ketua Komisi II, Janilis Kitong, dalam penyampaiannya mengatakan, semua hal terkait sumbangsih BUMD persoalan PAD, itu wajib.

Karena itu, dirinya meminta untuk pihak PDAM, agar segera memasukan proposal terkait rencana kerja dan anggaran, sampai kepada kerangka acuan persoalan menghasilkan PAD bagi Halmahera Utara. (Reynold)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *