PT. Tulus Harapan Batal Laksanakan Pemagaran

SURABAYA | ANALISAPUBLIK.COM –Sengketa tanah antara PT. Tulus Harapan dan warga di kawasan Rungkut Harapan Surabaya, berlanjut dengan ketegangan. Dikarenakan PT. Tulus Harapan selaku pemilik tanah akan melaksanakan pemagaran Kamis (20/9), tapi batal dilaksanakan karena ingin menjaga suasana kondusif.

Kapolsekta dan Danramil Rungkut turun ke lokasi pemagaran di wilayah Rungkut Harapan, demi menjaga keamanan dan suasana kondusif.

Aminarto Anwar, selaku kuasa PT. Tulus Harapan mengatakan. Ada oknum warga bernama Didik, telah menyewakan tanah seluas 2000 m2 kepada pihak lain, seharga Rp 6 juta hingga Rp 8 juta per tahun sebagai tempat usaha, katanya.

Aminarto yang akrab dipanggil Cak Narto menjelaskan, obyek tanah yang dikuasai oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik dengan menggunakan Perjanjian Pengikatan Jual Beli atau PPJB, yang diduga palsu. Pemilik PT. Tulus Harapan sudah melaporkan permasalahan ini ke Polrestabes Surabaya,
jelas Cak Narto yang juga sebagai Ketua Paguyuban Bendera Arek Surabaya.

Sementara itu, Kapolsekta Rungkut Kompol I Gede Suartika menambahkan. “Dulu pihak Kepolisian Sektor Kota Rungkut dan Komando Rayon Militer Rungkut sudah pernah melakukan mediasi kepada kedua belah pihak di kantor Kecamatan Rungkut. Tetapi tidak menemukan titik temu”, tambahnya.

Sedianya pemagaran batal dilaksanakan, demi menjaga suasana keamanan dan suasana kondusif di wilayah hukum Polsekta Rungkut. (amin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *