Djoko: Pembongkaran, Untuk Menata Kembali Biar Tidak Semrawut dan Terkesan Kumuh

SIDOARJO | ANALISAPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam hal ini Kepala Kecamatan Krian berkolaborasi dengan Kepala Kelurahan Krian bersama Kepala Upt. Pasar Krian melakukan pembongkar kios/lapak yang ada diatas saluran air atau drainase yang disaksikan oleh Kepala Dinas terkait untuk dipindah kedalam pasar biar terlihat rapi dan tidak kumuh, (24/9).

Ini dilakukan untuk memberikan akses jalan yang lebar bagi penghuni permukiman yang ada disekitar pasar maupun untuk warga masyarakat yang ingin berbelanja dipasar tradisional krian serta memfungsikan saluran air atau drinase sebagaimana mestinya.

 

 

Kepala Upt Pasar Krian, Djoko Susilo Hadi, dilokasi pembongkaran mengatakan ini kita lakukan karena kita (pasar) sudah memberikan sosialisasi kepada pedagang yang terkena pembongkaran. Kita tidak hanya membongkar saja tetapi pedagang kita beri kios ke dalam pasar dan kita beri buku kios sehingga secara tidak langsung pedagang tersebut legal dan resmi, ini bukti kita tidak hanya membongkar saja tetapi kita beri solusi terbaik bagi pedagang,’ katanya.

“Pembongkaran ini kita lakukan karena kita sudah rembuk empat hari yang lalu diruang kerja saya, dan para pedagang sudah menandatangani surat pernyataan dan setuju untuk dibongkar. Kita akan menata kios biar tidak semrawut dan tidak terkesan kumuh. Karena kita berkeinginan untuk menjadikan pasar krian menuju Standart Nasional Indonesia (SNI),” jelasnya.

Kepala Kelurahan Krian, Suparlan juga menjelaskan kita (Kelurahan) OPDnya ikut Kecamatan maka dari itu kita hanya bisa memfasilitasi, mendukung dan melaksanakan apa yang menjadi agenda kerja. Dengan pembongkaran ini, lingkungan warga pemukiman akan menjadi bersih dan tidak terlihat kotor dan kumuh. Disamping itu juga kita akan memfungsikan jalan sebagaimana mestinya sehingga warga sekitar kalau pulang menuju rumahnya terlihat bersih dan sehat, selain itu akses jalan bisa dilalui mobil milik warga serta tidak mengganggu pembeli jika berbelanja ke pasar,” jelasnya.

“Saluran air akan berlalu dengan lancar dan tidak meluber ke pemukiman warga. Dengan kata lain kita memfungsikan saluran air (drinase),” ucapnya.

Camat Krian, Agustin Iriani juga menambahkan dalam pembongkaran dan penataan kembali yang dilakukan oleh Upt Pasar Krian adalah salah satu bentuk kita melaksanakan Program KOTAKU yang dicanangkan oleh Pemerintah. Sebelum pelaksanaan pembongkaran itu kita berkolaborasi dengan pemangku kepentingan akan hal tersebut. Dan ini berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman,” jelasnya.

Lanjut Agustin, jika pembongkaran sudah selesai nanti disepanjang jalan pembongkaran akan kita beri tanaman didalam pot biar terkesan asri dan bersih. Untuk satu sisi jalannya biar dibuat pedagang untuk berjualan,’ pungkasnya. (HERI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *