Divonis 18 Bulan, Dua Terdakwa Korupsi Uang Negara Tidak Ditahan

MEDAN | ANALISAPUBLIK.COM – Mas Intan Aritonang (58) warga Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan dan Gompis Bonar Simarmata (44) warga Kota Sibolga hanya terdiam saat duduk dikursi pesakitan saat mendengar pembacaan vonis oleh Majelis hakim pengadilan tipikor yang diketuai Feri Sormin di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Majelis hakim Feri Sormin pada sidang yang digelar di ruang Cakra 9, Jum’at (5/10) lalu, memvonis kedua terdakwa masing-masing dengan hukuman selama 18 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Menurut mejalis hakim kedua terdakwa dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1e KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama 1 tahun dan 6 bulan penjara, denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan,” tegas Feri Sormin, namun herannya majelis hakim tidak memerintahkan Jaksa Penunut Umum (JPU) dari Sibolga tersebut untuk mengeksekusi kedua terdakwa ke penjara.

Sebelumnya, diketahui JPU Rali Dayan Pasaribu menuntut kedua terdakwa masing-masing selama 2,2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 4 bulan kurungan. Menanggapi vonis itu, baik kedua terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Pantauan wartawan di ruang sidang, usai pembacaan vonis, Mas Intan terlihat galau. Bahkan pria paruh baya itu sempat menangis, air matanya terlihat membasahi kedua belah pipinya yang tampak mulai berkerut, tapi dengan cepat keluarganya langsung menenangkan dirinya dan mengajak Mas Intan pulang meninggalkan gedung PN Medan.

Terpisah, Jaksa dari Kejari Sibolga yang menangani perkara ini saat ditanya wartawan perihal kedua terdakwa tidak ditahan, dengan gamblang mengatakan, kalau kedua terdakwa mulai dari penyidikan hingga ke persidangan, memang tidak ditahan karena sudah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp246 juta lebih.

“Kedua terdakwa sudah kembalikan uang kerugian negara mereka bang. Iya dari penyidikan juga memang tidak ditahan,” ucapnya sembari berjalan meninggalkan wartawan.

Sekedar untuk diketahui, sesuai dengan dakwaan Jaksa menyebutkan, terdakwa Mas Intan Aritonang selaku Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab Tapanuli Tengah bersama terdakwa Gompis Bonar Simarmata (rekanan) membuat pertanggungjawaban fiktif dalam pelaksanaan kegiatan Pengadaan Bahan Bangunan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun anggaran 2013 lalu, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 246 juta lebih. (ACONG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *