Sekcam Bangorejo dan Kades Bomo Berstatus Tersangka

BANYUWANGI | ANALISAPUBLIK.COM – Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Bambang Sungkono saat ini berstatus tersangka. Dirinya tersangkut perkara saat masih menjabat sebagai Sekcam Blimbingsari.  Dia dianggap bersalah oleh pihak Kepolisian karena melakukan penutupan kadang ayam yang menyebabkan pemilik usaha mengalami kerugian milliaran rupiah. Dalam kasus tersebut dirinya tidak sendirian. Suratman selaku Kepala Desa (Kades) Bomo Kecamatan Blimbingsari pun dijadikan tersangka oleh pihak aparat.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratistha Wijaya, SH, S.I.K., melalui Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Ipda I Gede Putu Wiranata, SH. Keduanya dianggap bersalah karena perbuatan penutupan yang mereka lakukan terhadap usaha kandang ayam milik Melaningsih (pelapor) merupakan perbuatan yang bukan pada kewenangannya.

“Dari hasil penyidikan, atas perbuatan yang mereka berdua lakukan, dianggap telah melanggar pasal 406 ayat 2 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, jika dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekitar 4000 ekor ayam bertelur mati didalam kandang milik korban yang beralamat di Desa Bomo Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi.

“Mereka berdua sudah ditetapkan menjadi tersangka sejak awal tahun ini,” terangnya.

Kemudian saat ditanya sejauh mana proses perkara tersebut berjalan, Wiranata pun mengatakan bila proses perkara tersebut saat ini sudah P21 (Penyidikan Sudah Dianggap Lengkap), dan tinggal menunggu pelimpahan tahap ke-2.

“Jaksa yang menangani kasus ini dipindah tugas, sehingga untuk pelimpahan tahap ke-2 masih menunggu jaksa pengganti, karena sampai saat ini pihak Kejaksaan Negeri Banyuwangi belum menetapkan jaksa penggantinya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Bambang Sungkono  saat dikonfirmasi analisapublik.com melalui telepon selulernya terkesan irit berkomentar. “Langsung hubungi pengacara saya aja mas,” katanya.

Ditempat terpisah, Suratman ketika dikonfirmasi berkata bila dirinya merasa tidak bersalah karena apa yang ia lakukan sudah melalui proses dan tahapan serta atas dasar permintaan warganya.

“Biarkan proses berjalan, karena saya merasa tidak bersalah,” terang singkatnya.

Sementara Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Koko Erwinto Danarko, SH, ketika awak media mendatangi dikantornya guna konfirmasi, Senin (8/10), masih belum dapat ditemui dengan alasan sedang sibuk.

Sekedar diketahui, koban melaporkan kejadian yang dialaminya pada 20 februari 2017. Selain ribuan ayam bertelur yang mati dikandangnya akibat pemilik tidak bisa memberi makan karena jalan gerbang utama dikunci oleh dua oknum tersebut, telur-telur yang dihasilkan pun membusuk dikandang, bahkan pakan dan obat-obatan yang digunakan pun menjadi rusak. Sehingga mengakibatkan kerugian milliaran rupiah. (BUD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *