Kasi Pidum Pastikan Perkara Yang Menyeret Sekcam Bongorejo dan Kades Bomo Terus Berlanjut

BANYUWANGI | ANALISAPUBLIK.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi memastikan bila perkara yang menyeret dua oknum pejabat di Banyuwangi yaitu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bangorejo, Bambang Sungkono dan Kepala Desa (Kades) Bomo, Suratman, akan terus berlanjut.

Hal itu disampaikan Kasi Pidum (Pidana Umum) Kejari Banyuwangi, Koko Erwinto Danarko, SH, MH. Menurutnya perkara tersebut tidak ada kendala, hanya saja Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menanganinya dipindah tugas, sehingga harus memilih JPU penggantianya.

“Perkara itu kan sudah P21 (Penyidikan sudah dianggap lengkap), dan saat akan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti dari Pihak Kepolisian ke pihak Kejaksaan) JPU yang menanganinya pindah tugas, sehingga kami perlu menetapkan JPU penggantinya,” terangnya, selasa (9/10).

Lebih lanjut dia menjelaskan bila pihaknya terus berkordinasi dengan pihak kepolisian. “Rencana ada 2 Jaksa yang ditunjuk sebagai JPU pengganti dalam perkara tersebut. Karena kesibukan pekerjaan yang sedang ditangani oleh JPU yang akan menjadi pengganti, maka saya sudah berkordinasi dengan pihak kepolisian, dan sudah ada wacana untuk mengagendakan pertemuan antara penyidik kepolisian dan JPU pengganti agar dapat berkordinasi, sehingga tahap II bisa segara dilakukan,” lanjut Koko.

Sekedar diketahui, Bambang Sungkono, tersangkut perkara saat dia menjabat sebagai Sekcam Blimbingsari. Selain dirinya, perkara tersebut juga menyeret Suratman. Mereka berdua dianggap bersalah oleh pihak kepolisian karena diduga sebagai pelaku penutupan kandang ayam bertelur milik Melaningsih (pelapor) yang berlokasi di Desa Bomo Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, hingga menyebabkan kerugian milliaran rupiah.

Perbuatan mereka tersebut dianggap bukan kewenangan jabatannya, sehingga kepolisian pun menetapkan mereka berdua sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 406 ayat 2 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh Melaningsih sejak 20 Februari 2017. (BUD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *