Pemda Beri Penghargaan Dua Anggota Polres Mamasa

MAMASA | ANALISAPUBLIK.COM – Dua anggota Sabhara Polres Mamasa menerima penghargaan sebagai pengayom dan pelayan masyarakat terbaik, slogan polisi melayani masyarakat, membuat kedua anggota polres tersebut berhasil menemukan korban (Riel) pada pukul 11.30 yang dikabarkan tenggelam pada Senin 8 Oktober lalu di Cekdam Desa Bala batu kecamatan Tandu Kaluak, Kabupaten Mamasa.

Atas dedikasinya, Pemda Mamasa memberikan penghargaan kedua anggota Polres tersebut keduanya bernama Briptu Kahar dan Bribtu Irwan.

Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda menyampaikan ucapan terimah kasih atas kerjasamanya Polres Mamasa dalam pencarian korban tenggelam Riel, dimana warga setempat sudah kebingungan dalam pencarian korban kurang lebih 24 jam.

“Penghargaan yang kami berikan oleh itu tidak seberapa ketimbang keikhlasan dan ketulusan yang dipersembahkan oleh pihak anggota Polres Mamasa untuk masyarakat Mamasa”, Ujar Marthinus Tiranda di ruang kerjanya Rabu (10/10).

Ia berharap agar kedepan pemerintah daerah dan Polres Mamasa tetap membangun sinegritas dalam menjaga dan mengayomi masyarakat secara menyeluruh.

Selain itu Marthinus juga menyampaikan atas kejadian sebagai catatan penting bagi daerah untuk pengadaan alat penyelam demi mengantisipasi adanya kejadian serupa khusunya di daerah Mamasa.

Sementara Kapolres Mamasa AKBP Arianto mengatakan mengucapkan terima kasih kepada Pemda Mamasa yang telah memberikan apresiasi terhadap dua anggotanya yang telah berhasil menemukan korban yang diketahui bernama Riel boca umur 15 tahun yang masih duduk dibangku SMP Negeri 1 Tandukkaluak kelas IX yang tenggelam di Cekdam Balabatu.

Ia mengatakan meski ini bagian daripada tugas dan tanggung jawab kepolisian selaku pengayom masyarakat, namun pihaknya mengapresiasi kepada pmmda dan seluruh jajaran atas inisiatifnya untuk memberikan ucapan terima kasih terhadap kedua anggota Polres Mamasa.

“Terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang ikut membantu dalam pencarian hingga korban tersebut dapat di evakuasi meskipun dalam waktu yang cukup lama karena kondisi cekdam sangat dalam namun suatu kesyukuran, karena korban ditemukan meskipun sudah tidak bernyawa”, pungkas Arianto. (ANDY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *