FIF Group Diduga Palsukan Dokumen Konsumen

“Surat perjanjian pembiayaan yang seharusnya diterima 1 bulan setelah unit diterima ini baru 7 bulan diterima oleh konsumen”.

MEDAN | ANALISAPUBLIK.COM – FIF Group cabang Medan diduga mempalsukan dokumen milik pelanggannya sendiri, tanpa ada pemberitahuan kepada pihak konsumen.

Konsumen yang menjadi korban diketahui bernama Cokey Sihite warga jalan Gaperta Ujung Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia menuturkan kepada awak media, Kamis (11/10).

Bukti surat perjanjian pembiayaan yang diberikan oleh FIF GROUP dengan tanda tangan tidak sesuai dengan aslinya. Dimana surat ini harus dimiliki oleh semua konsumen yang ingin kredit sepeda motor.

“Ini surat perjanjian pembiayaan bukan saya yang tanda tangan, isinya saja saya tidak pernah melihat seperti apa di dalam yang ditulis. Ini sudah salah, namaku pula di dalam orang lain yang tanda tangani. Enak kali kawan itu ya, bentar lagi aku yang kerja orang lain menerima gajiku,” ujarnya.

Sebelumnya, pada tanggal 04 Oktober 2018 lalu Cokey Sihite telah melayangkan surat permintaan salinan perjanjian pembiayaan kepada FIF Group cabang Medan dan pada tanggal 09 Oktober 2018 sekitar siang hari salah satu pihak keluarga menerima surat balasan dari pihak FIF.

Isi dalam surat yang diterima konsumen pada tanggal 09 Oktober 2018, berupa 4 lembar foto copy, dimana permintaan konsumen meminta salinan perjanjian pembiayaan, dengar arti, tidak sesuai dengan isi surat Cokey Sihite yang telah diterima pihak FIF Group cabang Medan.

Tambah Cokey. “Lihat lah ini uang muka (DP) kami kasih bulan 2Rp 9000.000 langsung tunai sama sales honda. Ini tertulis Rp. 5.909.997,” sembari menunjukan surat perjanjian pembiayaan dan membandingkan kwiansi DP yang di stempel oleh PT. Indako Trading Coy kepada awak media.

“Pantaslah berjanji-janji saja ketika kami minta surat perjanjian kontrak, entah apa-apa rupanya dia tulis didalam. Selama 7 bulan rupanya dia sembunyikan. Ini udah melanggar hukum, pemalsuan dukumen ini,” terliat kesal dan terbawa emosi melihat dukumen yang dia terima dari pihak FIF Group cabang Medan.

Ketika ditanya kapan untuk melaporkan pemalsuan dokumen tersebut. “Secepatnya akan kita adukan kepada yang berwajib, harus ditindak secara hukum ini, nanti kebiasaan orang itu, seenaknya saja nanti tanda tangani punya orang lain, jangan-jangan banyak juga yang seperti saya,” bebernya.

Ketika istri korban dan didampingi awak media, menanyakan langsung sertifikat jaminan fidusia ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia kantor wilayah Sumatra Utara membenarkan bahwa sertifikat tersebut terdaftar dan tercatat pada database fidusia online. Ketika disinggung tentang perjanjian kontrak yang tanda tanganya berbeda pihaknya tidak mengetahui sampai dalam.

“Kementerian hanya pendaftarkan sertifikan fidusia aja, Itu urusan leasing pak,” jelas salah satu staff di kementrian tersebut.

Terpisah. Ketika awak media mengkonfirmasi kepada salah satu karyawan FIF Group cabang Medan yang bernama Jimmy Batu Bara membenarkan 4 kertas foto copy yang berisi sertifikat jaminan fidusia dan perjanjian pembiayaan yang dikirim FIF ke Cokey Sihite yang salah satu merupakan konsumen mereka.

“Iya benar pak,” singkat Jimmy membalas via whatsapp pada awak media.

Ketika disinggung tentang siapa yang tanda tanggan surat perjanjian pembiayaan tersebut dia tidak bisa memberi keterangan yang jelas dan disuruh untuk mendatangi kantornya.

“Dengan hormat, silahkan datang langsung ke kantor kita Jl. Kapt. Muslim no 60 DEF, sekali lagi mohon maaf, terimakasih,” balasnya. Beberapa lama kemudian whatsapp awak media pun diblokir oleh Jimmy yang diketahui menjabat sebagai Section Head di FIF Group cabang Medan. (ACONG SMB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *