Kelurahan Medokan Ayu Bersama 3 Pilar Bentuk Posko Siaga Bencana

SURABAYA | ANALISAPUBLIK.COM – Lurah Medokan Ayu, Ahmad Yardo Wifaqo, S.AP., M.AP mengadakan Rapat Koordinasi terkait pembentukan Posko Siaga Bencana di Kantor Kel. Medokan Ayu dengan kolaborasi bersama Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelyrahan), Suhardi, Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 0831/05 Rungkut, Serka Jupri dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Polsek Rungkut, Bripka Sofian, Senin (15/10).

Pembentukan posko tersebut sebagai aplikasi dari instruksi Walikota Surabaya yang bertujuan untuk menjalin kebersamaan 3 pilar plus ditingkat kelurahan agar warga masyarakat lebih aman dan kondusif.

Yardo menyampaikan, “Manajemen pengelolaan posko sebagai pusat kegiatan yang dilaksanakan bisa bersifat tetap dan dapat bersinergi antara 3 pilar yang ada di Medokan Ayu, dan perlu diketahui juga bahwa untuk posko siaga bencana harus berbadan hukum maka posko ini bergerak dengan Lembaga Pemerintahan yakni LPMK,” katanya.

Babinsa Medokan Ayu, Serka Jupri terkait posko bantuan bencana juga mengatakan. “Kami akan mendukung sepenuhnya kegiatan positif ini terkait posko siaga bencana dan semoga tujuan kita bersama ini akan bermanfaat bagi sesama dibeberapa daerah yang mengalami bencana atau musibah yang perlu uluran tangan dari kita semua,” ujarnya.

Ketua LPMK Medokan Ayu menambahkan untuk disiapkan secara teori dan realisasinya dilapangan agar koordinasinya bisa maksimal. Bhabinkamtibmas, Bripka Sofian menegaskan. “”Kami sangat mensuport terbentuknya Posko Siaga Bencana ini dan yang paling penting harus segera terbentuk susunan pengurus koordinator Posko Siaga Bencana kelurahan Medokan Ayu ini agar bisa teraplikasi dengan baik dan transparansi harus juga diprioritaskan,” tambahnya.

Pengertian Manajemen posko adalah pengelolaan suatu tempat sebagai pusat kegiatan yang sedang berlangsung. Posko kesiapsiagaan adalah salah satu jenis posko yang diaktifkan guna mengantisipasi kejadian bencana yang menurut perhitungan diperkirakan akan terjadi. Posko kesiapsiagaan bisa dibentuk di tingkat Desa/kelurahan, Kecamatan, bahkan ditingkat kabupaten atau propinsi. Di masing-masing tingkat, fungsi posko kesiapsiagaan berbeda-beda sesuai dengan fungsi posko tersebut terhadap kepentingannya yang dikaitkan dengan bencana yang akan terjadi.

Sebagai contoh posko kesiapsiagaan tingkat Desa/kelurahan, lebih berfungsi sebagai posko yang berperan aktif dalam persiapan kemungkinan adanya bencana yang akan menimpa wilayah tersebut, sehingga segala kegiatan yang ada selalu terkait langsung dengan kemungkinan bahaya yang akan menimpa wilayah tersebut.

Posko kesiapsiagaan yang berada di tingkat Kecamatan atau Kabupaten lebih berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi dan kemungkinan bantuan bila diperlukan, sedangkan posko kesiapsiagaan di tingkat Propinsi berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi. Posko kesiapsiagaan diaktifkan pada siklus kesiapsiagaan.
Fungsi posko di tingkat Desa/Kelurahan mempunyai nilai dan fungsi strategis di garis paling depan yang akan menghadapi langsung bahaya akibat bencana yang diperkirakan akan terjadi, sehingga posko di tingkat ini harus memiliki fungsi dan peran utama terkait dengan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut.

Fasilitas yang perlu disiapkan untuk posko salah satunya ruang yang cukup luas untuk tempat koordinasi dan rapat dan tersedia ruang untuk menyimpan dengan aman perlengkapan, data dan arsip secara aman apabila posko ditutup. (MARK/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *