Unit Jatanras Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Perdagangan Bayi

SURABAYA | ANALISAPUBLIK.COM – Untuk mengembangkan kasus jual beli perdagangan bayi, Team Unit Jatanras harus kerja keras, karena perdagangan ini terselubung tanpa tersentuh, yang mana bayi seharusnya ditangan orang tua sebenarnya, akhirnya diperjual belikan pada seseorang yang ingin adopsi seorang bayi.

Saat gelar pers release Jumat (15/10) di halaman Mapolrestabes Surabaya. Menurut laporan Lp/A/1148/SPKT Restabes 12 Oktober 2018, dari tertangkapnya oleh Unit Jatantras Satreskim Polrestabes Surabaya, tersangka seorang perempuan bernama MN (24 th) beralamat Jl. Karah No. 29, Jambangan Surabaya dan laki-laki bernama APP (29 th) beralamat Jl. Sawunggaling 1 Kavlingan No D-Jemundo Sidoarjo.

Menurut Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan. Terbongkarnya perdagangan jual bayi ini hasil penyidikan tersangka APP oleh Team Unit Jatanras Satreskim Polrestabes Surabaya.

“Ditemukan fakta bahwa bulan September 2018 sekitar 21.00 Wib di Alun-alun depan Masjid Agung Sidoarjo, tersangka MN bertemu dengan APP yang sudah ditahan, selanjutnya dengan komunikasi whatsapp, MN ingin menjadi adopter karena takut ditinggal/dicerai oleh suaminya, selanjutnya APP memberitahu dan menawarkan bayi kepada MN yang masih berusia 3 hari,” katanya.

Kapolrestabes Surabaya menjelaskan. Dari persetujuan tersebut APP menyuruh MN membayar Rp. 3.5000.000,- untuk ibu bayi dan tambahan Rp 300.000 untuk beli susu dan transportasi. “Pada saat APP mengambil dan membawa bayi dari seseorang atas nama Yuvi, yang berada di Bandung dan selanjutnya dibawa ke Semarang untuk diserahkan ke MN. Kemudian uang sejumlah Rp. 3.800.000 oleh tersangka MN ditransfer ke rek BCA milik tersngka APP,” jelasnya.

Setelah uang tersebut ditransfer, kemudian pada Senin tanggal 23 September 2018, MN disuruh oleh APP ke Semarang untuk menemuinya guna mengambil bayi yang ditawarkan tersebut, setelah bayi diserahkan oleh tersangka APP ke MN, keduanya bersama-bersama kembali ke Surabaya dengan naik Kereta Api jurusan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Barang bukti yang disita untuk dilidik ialah Surat Keterangan Lahir, Surat Pernyataan Bayi, kwitansi pembayaran Rp. 2.300.000 dan kwitansi pembayaran Rp. 441.500 serta 1 Unit Handphone Iphone 7.

“Kedua tersangka ini akan dikembangkan lagi, apakah ada sindikat perdagangan bayi yang dikerjakan 2 tersangka ini. Tersangka akan dikenai Undang-undangan perdagangan anak Pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI N o23 Tahun 2002 jo Pasal 76f Tentang Perdagangan Anak jo Pasal 55 jo 56 KUHP,” tegas Kapolrestabes Surabaya. (REDHO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *