Guru Yang Mengajar Murid Dengan Hati

LAMONGAN | ANALISAPUBLIK.COM – Seorang guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya, tetapi juga mendidik mereka.

Untuk mendidik, tidak harus mengajar di bidang etika atau menjadi guru agama. Mengajar di bidang apapun, sesungguhnya setiap guru dapat menerapkan pendidikan bagi para muridnya, yakni mengajar dengan hati. Begitu pesan dari R. Chusnu Yuli Setyo, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Lamongan ketika diwancarai pada Senin (28/10).

Menjadi guru harus peka pada keluhan murid. Guru tidak boleh egois yang harus didengarkan kata-katanya, tetapi juga harus bersedia mendengarkan kesulitan yang dihadapi oleh muridnya.

“Prinsip dasar inilah yang sering dilupakan, sehingga kalau kita mau bicara dengan jujur, pada masa ini, yang berdiri di depan kelas, kebanyakan adalah tenaga-tenaga pengajar. Bukan seorang guru. Bukan seorang pendidik. Bagaimana mungkin menjadi guru, setelah satu tahun mengajar, masih tidak dapat menghafal nama murid-muridnya,” ujar R. Chusnu Yuli Setyo sambil menambahkan, murid disuruh mengerjakan soal, guru sibuk dengan handphone.

Murid-murid di jaman kini, sudah jauh lebih kritis dibandingkan dengan murid murid 10 tahun lalu. Coba dengarkan apa yang mereka saling ceritakan di luar kelas, “Pak guru, suruh kita kerjakan soal yang banyak, agar bisa main hp. Sehingga ketika kita saling menyontek, pak guru sama sekali tidak melihat.”

Bayangkan, kalau dibenak murid-murid, sudah tertanamkan image seorang guru yang tidak dapat menjaga kewibawaan seorang pendidik, maka apakah kita masih bisa berharap kelak anak-anak didik sang guru, bakal menjadi anak anak yang cerdas dan jujur? Kendati,saya bukan lagi seorang guru, namun senantiasa mengikuti perkembangan pendidikan, karena menguatirkan bila cucu-cucu kami berada dalam tangan seorang pengajar, bukan seorang guru.

Guru adalah Seorang Pemimpin

Seorang guru adalah pemimpin. Yang cara berpikir, sikap mental dan prilakunya yang tercermin dalam keseharian di depan dan di luar kelas, menjadi contoh teladan bagi anak anak yang berada diasuhnya. Seorang yang tidak dapat memimpin diri sendiri, mustahil akan dapat menjadi seorang guru yang baik.

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menggurui, hanya sekedar saling mengingatkan, bahwa seorang guru, adalah sosok yang seharus patut ditiru, prilakunya.

Beruntung masih cukup banyak guru yang patut menjadi teladan, namum masih cukup banyak yang berdiri sebagai pengajar. Semoga kedepan setiap sosok yang berdiri mengajar di depan kelas adalah seorang guru. (NUR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *