Kasi Pidum : Perkara Yang Menyeret Sekcam Bangorejo dan Kades Bomo Sudah Tahap 2

 

Sebelah kiri yang menggunakan kemeja putih garis-garis adalah kuasa hukum, Fahim, kemudian yang ditengah adalah Kades Bomo, Suratman, sedangkan pinggir sebelah kanan adalah Sekcam Bangorejo, Ir. Bambang Sungkono, M.Si.

BANYUWANGI | ANALISAPUBLIK.COM –Nampaknya perkara yang menyeret dua oknum pejabat di Banyuwangi yaitu Sekretaris Kecamatan (SekCam) Bangorejo, Ir. Bambang Sungkono, M.Si, dan Kepala Desa (Kades) Bomo, Suratman, terus bergulir.

Setelah beberapa waktu lalu dinyatakan berkas lengkap (P21), kali ini, Senin (29/10), perkara tersebut masuk dalam tahap kedua, dimana pihak penyidik dari Polres Banyuwangi menyerahkan barang bukti beserta tersangka ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi.

“Kami sudah menerima tahap ke-2,” ungkap Kasi Pidum (Pidana Umum) Kejari Banyuwangi, Koko Erwinto Danarko, SH, MH.

Menurutnya, setalah tahap kedua ini, pihaknya akan melimpahkan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

“Setelah ini kami akan lakukan pelimpahan ke pengadilan, agar pihak pengadilan dapat menentukan hakimnya sehinga persidangan dapat segera digelar,” terang Koko, panggilan akrab Kasi Pidum.

Koko menambahkan bila pihaknya melalui Jaksa Penunutut Umum (JPU) akan berusaha agar hakim memutus bersalah terhadap keduanya.

“Nantinya dalam persidangan, melalui JPU kita akan meyakinkan hakim bahwa keduanya telah melanggar pasal 406 ayat 2,” imbuhnya.

Kemudian, kedua tersangka melalui Kuasa Hukumnya, Fahim, menyatakan memang yg berjalan kali ini sudah sesuai dengan prosedurnya, dimana berkas perkara 406 itu diangkat sudah P21, dan telah memenuhi prosedur untuk tahap ke dua.

“Jadi tahap ke 2 membuat Berita acara disertakan antara BAP, barangbukti dan tersangkanya,” terangnya.

Fahim juga menambahkan, semua sudah berjalan sesuai mekanisme yang ditentukan oleh Undang-Undang.

“Pasal 406 itu kemungkinan tidak bisa ditahan, nanti jika menjadi perkara bisa dibuktikan secara materinya di pengadilan,” paparnya.

Untuk diketahui, Ir. Bambang Sungkono, M.Si, tersangkut perkara saat dia menjabat sebagai SekCam Blimbingsari. Selain dirinya, perkara tersebut juga menyeret Suratman.

Mereka berdua dianggap bersalah oleh pihak kepolisian karena diduga sebagai pelaku penutupan kandang ayam bertelur milik Melaningsih (pelapor) yang berlokasi di Desa Bomo Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, hingga menyebabkan kerugian milliaran rupiah.

Perbuatan mereka tersebut dianggap bukan kewenangan jabatannya, sehingga kepolisian pun menetapkan mereka berdua sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 406 ayat 2 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Perkara tersebut dilaporkan oleh Melaningsih sejak 20 Februari 2017. (BUD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *