: Cerita Kades Durenombo, Sulit Kumpulkan Warga Karena Sulitnya Akses

BATANG| ANALISAPUBLIK.COM – Jalan sepanjang 2.375 meter menembus hutan jati dan kebun sengon maupun tanaman produktif seperti jagung, pisang serta buah lainya kini hampir tersambung.

Warga Desa Durenombo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, yang sejak lama menanti adanya akses jalan untuk mengakhiri keterpencilan kampung mereka mulai menumbuhkan harapan baru.

TMMD reguler ke-103 Tahun 2018 menjawab keresahan warga selama ini. Di mata warga, TMMD adalah lompatan bersejarah untuk menuju perubahan yang sangat dinantikan.

Praktis sejak pertama kali digulirkan, dukungan kepada TNI sebagai pelaksana mengalir dari seluruh warga. Tak kurang dari tenaga, waktu dan pikiran dicurahkan untuk menyukseskan hajat besar pemerataan pembangunan berupa infrastruktur jalan dan sarana kelengkapanya.

Kepala Desa Durenombo, Sireng, mengamini keberadaan TMMD adalah sarana mewujudkan impian warga yang selama puluhan tahun menanti adanya kemudahan akses jalan terutama untuk menghubungkan pedukuhan dengan pusat pemerintahan desa.

Sebagai orang yang lahir dan besar serta dipercaya memimpin desa ini, kata dia, tentunya banyak yang bisa saya petik dari pengalaman atau dari kesulitan-kesulitan terdahulu.

“Saya masih ingat betul bagaimana sulitnya mengumpulkan warga satu desa  yang terpencar di beberapa pedukuhan terutama Durensari, masing-masing sulit terhubung hanya karena sulitnya akses. Jalan yang bisa ditempuh memutar sejauh 17 kilometer, sekarang akses sudah terhubung dan berjarak hanya 2.375 meter, jauh lebih singkat dan cepat,” beber Sireng, Senin (29/10/18). (JOK/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *