Warga Durenombo Minta TMMD Dilaksanakan Dua Kali Setahun

BATANG | ANALISAPUBLIK.COM – Sireng Kepala Desa Durenombo Kecamatan Subah Kabupaten Batang, menerangkan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di desanya dengan sasaran pengerjaan fisik dan nonfisik dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat.

Adapun dalam program TMMD jalan sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar 3 meter, dan berbagai kegiatan penyuluhan terus dilakukan oleh Satgas TMMD yang memulai kegiatan 15 Oktober lalu.

Maka dari itu, Sireng berharap TMMD di Desa Durenombo bisa digiatkan menjadi dua kali pelaksanannya tahun depan.

“Kalau ditanya tentang TMMD, warga meminta TMMD bisa dilakukan dua kali dalam setahun,” paparnya, Rabu (1/11).

Dijelaskannya, dalam giat TMMD, terutama dalam sasaran fisik, semuanya selalu dikerjakan secara maksimal oleh personel Satgas TMMD.

“Seperti pengerasan dan betonisasi jalan penghubung Dukuh Durensari ke Dukuh Durenombo Desa Durenombo, dikerjakan secara maksimal oleh Satgas TMMD. Bahkan warga rela membantu setiap hari dalam pengerjaan jalan tersebut,” kata Sireng.

Selain itu dikatakan Sireng, dalam pelaksanaan pengerjaan fisik dipastikan tidak ada kecurangan dan penyimpangan pengerjaan, yang mungkin terjadi jika dikerjakan oleh kontraktor.

“Kalau kontraktor atau pengusaha pasti mencari untung. Jadi wajar jika dalam betonisasi jalan, ataupun pengaspalan dikurangi materialnya. Sementara kalau yang mengerjakan adalah Satgas TMMD, tak akan mungkin terjadi kecurangan. Sebab anggota TNI murni pengabdian,” tambahnya.

Dikethui progres pembangunan jalan di Desa Durenombo kini mencapai 61 persen dari total keseluruhan, jika dihitung jakan 1440 meter sudah berupa aspal dan sisanya masih dalam tahap pengerjaan.

Jika dihitung, batas pelaksanaan TMMD tinggal separuh atau 15 hari kedepan. Pasalnnya batas waktu akhir pengerjaan 15 November mendatang.

Dansatgas TMMD Letkol Kav Henry Rudi Judianto yang juga Komandan Kodim 0736 Batang, saat mengunjungi lokasi TMMD, optimis pembangunan akan selesai tepat waktu.

“Kinerja anggota TNI dan warga dalam melakukan pengerjaan perbaikan jalan sangat optimal dan disiplin. Dengan jumlah personel lebih dari 100 orang yang dibantu warga, sisa pengerjaan jalan sekitar 39 persen akan selesai tepat waktu,” tegas Letkol Kav Henry.

Program yang sudah terealisasikan, dijelaskan Letkol Kav Henry, berupa pembuatan talut seoanjang 40 meter dan pembuatan gorong-gorong.

“Untuk bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) progresnya sudah mencapai 85 persen, dan pekan ini akan selesai. Setelah itu Satgas akan bersama-sama fokus pada pembangunan jalan,” timpalnya. (WAN/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *