Beni Siregar Dijemput Tim Kejatisu Dalam Tindak Pidana Korupsi

MEDAN | ANALISAPUBLIK.COM – Beni Siregar warga rantau parapat dijemput tim Pidsus Kejatisu dan langsung dibawa ke Lapas Tanjung Gusta Medan untuk di tahan selama 20 hari kedepan (2/11).

Ketua Tim Jaksa Isnayanda mengatakan “Pada tahun 2013 dengan Pimpinan Cabang Kukuh Apra Edi yang memiliki pemberian delegasi wewenang kredit maksimal 1 milyar.

Selanjutnya pada tahun 2013 s/d 2015 dengan Pimpinan cabang Wan Muharamis yang memiliki pemberian delegasi wewenang kredit maksimal Rp. 500 jt, tersangka Beni Siregar meminjam KTP suami dan juga isteri, Kartu Keluarga dan buku nikah sebanyak 22 debitur yang pekerjaan para debitur tersebut antara lain adalah karyawan tersangka dan tukang parkir.

Selanjutnya dengan dokumen tersebut tersangka mengajukan permohonan kredit ke BRI Agroniaga Cabang Rantau prapat. Meskipun para debitur tersebut tidak memiliki niat untuk mengajukan kredit bahkan tidak mengetahui jika KTP, KK dan buku nikahnya digunakan oleh tersangka untuk mengajukan kredit di BRI Agro Cab. Rantauprapat.

Sedangkan syarat lainnya berupa NPWP, SIUP dan TDP yang diterbitkan Badan Penanaman Modal Perizinan dan Pelayanan Terpadu, serta Sertifikat Hak Milik tidak dimiliki oleh para debitur tersebut.

Meskipun persyaratan tersebut tidak dimiliki oleh para debitur namun pada saat pengajuan permohonan dokumen tersebut ada dan seolah-olah asli.

Selanjutnya permohonan tersebut diproses dan pada saat kunjungan kelapangan terhadap objek yang dijadikan jaminan ternyata nilai harga dan objek jaminan tersebut di markup yang hal ini diketahui saat adanya pemeriksaan intern yang dilakukan Satuan Kerja Audit Intern.

Bahwa persyaratan SIUP dan TDP ternyata tidak terdaftar pada Badan Penanaman Modal Perizinan dan Pelayanan Terpadu Kab. Labuhan batu.

Bahwa besaran kredit yg diberikan kepada masing-masing debitur berbeda -beda sesuai dengan Pemberian Delegasi Wewenang Kredit yang dimiliki masing-masing Pimpinan cabang.

Bahwa tersangka memberikan Rp.1 jt s/d 1,5 juta kepada debitur yang telah memberikan copi dokumennya. Akibat perbuatan tersangka negara mengalami kerugian kurang lebih 10 milyar.

Benny Siregar dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit BRI Agroniaga cabang Rantau Prapat kepada 23 debitur dengan total plafond sebesar Rp. 11.765.000.000.- dan total baki debet per 30 juni 2015 sebesar Rp.10.775.249.394.- diragukan kewajarannya yang digunakan oleh tersangka Benny Siregar dengan memanfaatkan dokumen identitas pihak lain dalam pengajuannya.

Dalam kasus ini tersangka melanggar pasal 2 subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 th 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagaimana telah diubah UU No 20 th 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (ACONG SMB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *