9 Orang Resmi Ditetapkan Tersangka Pasca Insiden Pembakaran Mapolsek Bendahara

ACEH TAMIANG | ANALISAPUBLIK.COM – Pagi ini Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, SIK. MH menggelar Konferensi Pers terkait penetapan 9 (Sembilan) orang tersangka pasca insiden pembakaran Mapolsek Bendahara beberapa waktu yang lalu 23 Oktober 2018, ke 9 (Sembilan) orang yang ditetapkan sebagai tersangka disampaikan hari ini Rabu (7/11) di Mapolres Aceh Tamiang.

Tim Gabungan Investigasi Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang telah bekerja pasca terjadinya pengrusakan dan pembakaran fasilitas Mapolsek Bendahara, dari laporan hasil investigasi disimpulkan terhadap personil oknum Polsek Bendahara telah dilakukan proses penegakan hukum oleh Dit Reskrimum dan Bid Propam Polda Aceh sampai dengan saat ini masih dalam proses hukum pidana dan kode etik di Polda Aceh.

Selanjutnya, terhadap pelaku pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara yang terjadi pada tanggal 23 Oktober lalu menurut laporan hasil investigasi menjelaskan tim gabungan Investigasi Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang telah mengidentifikasi beberapa orang yang diduga sebagai pelaku pengrusakan dan pembakaran fasilitas Mapolsek Bendahara.

Hasil pemeriksaan dilakukan terhadap ke – 14 (empat belas) orang saksi yang sudah hadir secara kooperatif di Mapolres Aceh Tamiang, ditetapkan 9  orang tersangka dengan inisial, JI (38 th) Desa Matang Seping, AN (38 th) Desa Telaga Meuku Sa, SL (46 th) Desa Tanjung Keramat, SL (46 th) Desa Bandar Baru, ZI (32 th) Desa Tanjung Keramat, IN (36 th) Desa Telaga Meuku Sa, MD (26 th) Desa Tanjung Keramat, IN (35 th) Desa Matang Seping, dan RI (30 th) Desa Alur Nunang yang kesemuanya berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang.

Terhadap ke 9 m orang yang sudah terpenuhi unsur dan ditetapkan status sebagai tersangka dengan dugaan sebagai pelaku tindak pidana pengrusakan dan pembakaran fasilitas Mapolsek Bendahara sesuai dengan Pasal 170 dan 187 KUHP dengan ancaman hukum di atas 5 tahun penjara yang selanjutnya akan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan.

AKBP Zulhir Destrian, SIK. MH dalam kesempatan ini juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Banda Mulia dan Kecamatan Bendahara yang turut membantu penyelidikan dan pembersihan Mako Polsek Bendahara, serta kepada ke 14 orang yang secara kooperatif hadir memenuhi panggilan dan mengikuti proses hukum secara baik serta taat hukum saya juga ucapkan terimaksih, ujar Kapolres.

Ia juga menambahkan, “Himbauan dan harapan Pimpinan Polri dalam hal ini Bapak Kapolda Aceh Kepada Komponen Masyarakat, Bahwa Polri melakukan penegakan hukum berdasarkan azas berkeadilan, dimana semua Warga Negara sama dimata hukum, ketika oknum Personil Polri Salah pasti akan dilakukan proses hukum, demikian juga terhadap masyarakat yang melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap Mapolsek yang juga merupakan aset Pemerintah atau Negara wajib mempertanggungjawabkan dihadapan hukum,” kata Kapolres. (MYDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *