BKKBN Provinsi Papua Sosialisasi Pengembangan Program Lini Lapangan di Kampung KB Maryendi

BIAK NUMFOR | ANALISAPUBLIK.COM – Perwakilan BKKBN Provinsi Papua berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Biak Numfor menggelar Sosialisasi dan Pengembangan Program Lini Lapangan di Kampung KB Maryendi Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (6/11) kemarin.

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera.

“Program KB ada bukan untuk mengurangi jumlah anak dalam keluarga, melainkan sesungguhnya program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari keluarga tersebut, seperti dari sisi kesehatan, pendidikan dan ekonomi keluarga” kata Assisten I Setda Frits G Senandi dalam sambutannya mewakili PLT Bupati Biak Numfor.

Senandi mengatakan, masih banyak anak putus sekolah dengan program BKKBN ini orang tua dapat mendukung menyelesaikan pendidikan dan meningkatkani kualitas hidup.

“Kami hadir sebagai wakil rakyat untuk mendorong pembangunan yang mengangkat taraf hidup masyarakat itu sendiri, salah satunya melalui BKKBN, dengan program KIE, Komunikasi, Informasi dan Edukasi” ujar Roberth Rouw, sebagai inisiator dari program tersebut.

Ia berharap dengan adanya program Kampung KB menjadi salah satu pendobrak bagi pengembangan kampung itu.

Baso Pikres, Kabid KB dan Kesehatan Reproduksi yang hadir mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua berharap adanya partisipasi dari masyarakat dalam rangka mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat itu sendiri melalui berbagai program sinergitas atau lintas sektor.

Sampai dengan Desember 2017, peserta KB aktif di Prov.Papua kurang lebih 80.000 peserta dari total 136.000 Pasangan Usia Subur (PUS), untuk kabupaten Biak numfor dari total PUS yang ada sudah melebihi dari 50%, sedangkan program kampung KB yang dikaui sebagai miniatur pembangunan, terdapat 5000 lebih kampung dari 29 kabupaten/kota di Papua. Dari jumlah tersebut sudah sekitar 400 lebih kampung yang dicanangkan sebagai kampung KB. (JER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *