Dorong Nilai Ekonomi Bank Indonesia Kediri Suport Petani Kopi Lereng Gunung

KEDIRI | ANALISAPUBLIK.COM – Bank Indonesia Kediri bersama KOB Omah kopi, perhutani, pokdarwis dan petani serta diikuti sekitar 50 mahasiswa IAIN Tulungagung mengadakan kegiatan penanaman pohon kopi arabika jenis komasti di seputaran lereng gunung wilis tepatnya di Dusun Jambuwok Desa Nglurup Kabupaten Tulungagung, Kamis (8/11).

Dalam agenda yang kedua kalinya oleh Bank Indonesia Kediri ini bertujuan untuk  mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan melalui pengolahan dan pemanfaatan pupuk organik limbah ternak yang difermentasi serta melakukan gerakan pengembangan potensi pariwisata yang bekerja sama dengan pokdarwis dan juga disertai dengan penanaman 25 ribu pohon kopi arabika.

Kepala perwakilan BI kediri joko Raharjo “mengungkapkan dimana rencana dan program tersebut sudah dimulai sejak awal tahun 2017,program yang pertama dilaksanakan saat itu ada sekitar 20 ribu penanaman pohon kopi arabika”.

Saat ini sudah tersedia bibit kopi sebanyak 100 ribu batang pohon,namun pada tahap ini yang akan di tanam sebanyak 25 ribu pohon yang melibatkan sekitar 100 petani dengan luas lahan sekitr 10 hektar. Lahan yang akan ditanami adalah lahan milik petani dan sebagian ditanam milik perhutani dengan demikian sampai saat ini bibit kopi arabika diwilayah tersebut sudah tertanam lebih kurang 45 ribu pohon, 20 ribu pohon di antarnya sudah mulai berbuah.

Joko menuturkan “terdapat beberapa hal yang istimewa untuk tahun ini dimana petani mulai memanfaatkan limbah padat dan cair ternak yang sudah diferetasi dengan M11 menjadi pupuk organik selama ini petani membuang limbah padat dan cair ternak di sungai atau di kebun tanpa dilakukan fermetasi sehingga mencemari lingkungan dan kontra poduktif,selanjutnya melalui edukasi dan pelatihan petani berhasil dibuka mindsetnya bahwa limbah ternak apabila diolah dengan benar akan menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan”.

Diakhir wawancara menabahkan Pordawis juga dilibatkan untuk menggarap dan mempromosikan pariwisata dilokasi penanaman kopi yang layak jual sebagai obyek wisata,disamping panorama alam dan budaya juga nilai ekomonis dari budidaya dan produk kopi yang dikombinasikan dengan produk unggulan setempat seperti susu sapi, teh dan coklat.

Dengan teritegrasinya pengembangan potensi produk budaya dan didukung potensi alam yang indah diharapkan pengembangan ekonomi yang partisipatif dan inklusif dapat tewujud. (PAN/MUN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *