Dinas Perumahan dan Pemukiman Batal Tertibkan Papan Reklame

PALANGKA RAYA | ANALISA.PUBLIK.COM –Ekskusi liar yang dilakukan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Palangka Raya, pada Kamis malam (08/11/2018) di sebuah papan reklame di jalan Diponegoro Palangka Raya, mendapat perlawanan dari pemilik dan pengacaranya.

Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara AG pemilik papan reklame yang didampingi pengacaranya Pujo Purnomo dengan pihak Dinas Perkim Palangka Raya yang dikomandoi oleh Renteng sebagai Kabid Wasdal. Pihak AG merasa keberatan kalau papan reklamenya ditebang.

Pujo sebagai pengacara AG menanyakan dasar penebangan, Renteng menjawab bahwa ini berdasarkan hasil rapat di rumah Rojikin Noor Sekda Kota Palangka Raya. Rojikin diketahui pernah memipin Dinas Tata Kota yang sekarang berganti menjadi Dinas Perkim.

Pengacara AG pun semakin bingung karena dasar penebangan atau surat perintah yang tentunya berdasarkan Perda atau Perwali yang mengatur tata cara penebangan dan harus menjadi acuan hukum untuk melakukan penebangan ungkapnya

Pihak AG merasa penertiban liar dan sepihak. “Lucu aja karena sekarang yang mengatur segala ijin dan penertiban reklame adalah Dinas PTSP bukan lagi Dinas Perkim dan kalau dilakukan berdasarkan rapat di rumah Rojikin patut dipertanyakan, apa bisa menjadi dasar hukum, saya merasa ini penuh dengan kepentingan dan keuntungan bagi yang memerintahkan,” tegasnya.

“Kita akan lawan terus, ini adalah pahlawan PAD, kita mau bayar pajak pihak PTSP mempersulit dan bagaimana bisa main tebang begitu saja. Kita siap duduk satu meja dengan pihak dan Dinas terkait, kita akan bongkar semua kecurangan yang dilakukan,” pungkasnya.

Namun beruntung aparat dari kepolisian dan TNI yang berjaga ditempat itu berhasil mendinginkan dan memediasi kedua belah pihak yang akhirnya menyepakati kalau penebangan ditunda.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perkim Palangka Raya mengenai penebangan tiang atau papan reklame yang terkesan terburu buru dan asal asalan karena tidak satupun terlihat para pekerja menggunakan alat pengaman seperti helm dan K 3 yang lain. ( A.RAHMAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *