Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin : Mengajak Anggota Korpri Untuk Perbaiki Kinerjanya

SIDOARJO | ANALISAPUBLIK.COM – Senam bersama dalam rangka memperingati HUT ke 47 Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) sekaligus HUT ke 19 Dharma Wanita Persatuan (DWP) digelar di Alun-alun Sidoarjo, Jum’at (9/11).

Acara senam yang diikuti oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH Penasehat DWP Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin serta Ketua DWP Sidoarjo Hj. Endang Ahmad Zaini beserta seluruh karyawan-karyawati Pemkab Sidoarjo.

Untuk memeriahkan senam tersebut Panitia menyediakan hadiah bagi yang beruntung. Hadiah tersebut diantaranya Dua sepeda angin serta 1 buah TV LED menjadi hadiah utamanya yang ditambah hadiah hiburan lainnya.

Usai senam, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin mengajak  seluruh anggota Korpri memperbaiki kinerjanya. Kinerja anggota Korpri diharapkan dapat membuat masyarakat tersenyum. Pelayanan yang diberikan diharapkan dapat memuaskan masyarakat. Saya berharap masyarakat yang memerlukan pelayanan kita, saat mereka pulang nanti dengan hati yang tersenyum,” ucapnya.

H. Nur Ahmad Syaifuddin meminta anggota Korpri menjauhkan cara-cara yang tidak baik dalam memberikan pelayanan. Ungkapan dahulu yang mengatakan “Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah” sudah harus dirubah. Ungkapan itu harus diganti dengan kata-kata “kalau bisa dipermudah, kenapa dipersulit”. Bagaimana memudahkan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi pola kerja anggota Korpri. “Kalau di agama Yassir Walaa Tu’assir, permudah jangan dipersulit,” ucapnya.

Saya berharap diperingatan hari jadi Korpri dan DWP tahun ini dapat meningkatkan dedikasi, profesionalisme dan integritas serta semangat reformasi birokrasi dari seluruh anggota Korpri. Ia katakan saat ini  adalah saat yang tepat untuk meningkatkan pembinaan jiwa Korpri. Jiwa Korpri adalah jiwa dan semangat bangsa Indonesia,’ harapnya.

“Dan jiwa Korpri adalah jiwa yang mengembang amanah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, serta jiwa pengabdian tanpa membedakan asal usul, agama, etnis dan budaya,” tutupnya. (HERI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *