Bencana Banjir dan Longsor Masih Menyelimuti Mandailing Natal

MANDAILING NATAL | ANALISAPUBLIK.COM – Lagi-lagi bencana banjir dan longsor masih menyelimuti Kabupaten Mandailing Natal tepatnya di bagian wilayah pantai barat Mandailing Natal, belum sembuh duka yang melanda di bulan Oktober lalu, kini bencana itu datang kembali, bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Akibat bencana banjir dan longsor banyak rumah yang runtuh dan hanyut yang berada di daerah aliran sungai, data yang sudah dihimpun dari berbagai sumber ada 16 rumah di kelurahan Simpang Gambir, 6 Rumah Di Desa Sikumbu dan 6 rumah di Desa Pulo Padang yang terbawa oleh arus sungai dan 1 buah mobil Ertiga.

Info terakhir Sabtu (10/11/18) yang diterima saat ini sebagian wilayah kecamatan Natal masih terendam banjir hingga 1 meter, diantaranya Desa Balimbing, Desa Patiluban, Desa Bonda Kase, Desa Kampung Sawah dan Desa Setia Karya.

Terkait dengan hal itu Desa Sikarakara I yang terletak di dataran yang lebih tinggi dengan sukarela membuat posko tanggap darurat untuk menampung para korban bencana.

Gunarto Sekdes Desa Sikarakara I menyampaikan. “Kiita dan masyarakat bergandeng tangan membuat posko penampungan yang terkena dampak bencana untuk keluarga dan kerabat dari desa – desa tetangga, dan para pengungsi kita tempatkan di balai desa dan di rumah penduduk serta mobil-mobil truk kita kerahkan untuk penampungan,” katanya

Ditambahkannya, “bahwa jumlah pengungsi yang kita data sampai saat ini ada 486 jiwa,” ungkapnya.

Dengan bencana yang melanda di kab. Mandailing Natal perekonomian masyarakat hampir lumpuh dan aktifitas masyarakat terhambat.

Rudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *