Bupati Mubar Tatap Muka Bersama Pengurus Koperasi dan Pelaku Usaha Mikro

ANALISAPUBLIK.COM | Muna Barat – Bupati Muna Barat La Ode M. Rajiun laksanakan tatap muka bersama Pengurus Koperasi dan Pelaku Usaha Mikro kecil guna merebut pangsa pasar bersama Kapal Muatan Penyebarangan KMP Bontoharu digelar di Aula Kantor Bupati.

Kepala Dinas Koperasi Burahadin mengatakan bahwa acara hari ini merupakan inisiasi dari kami agar sebagai satu tema untuk dalam rangka merebut bagian atau jatah (Pangsa) pasar dengan hadirnya KMP.

Kami mengambil tema in dengan restu kepala daerah sesuai visi misi beliau dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemberdayaan ekonomi kerakiayatan yang berbasis minopolitan dalam arti yang luas, Senin (3/12/2018).

“Tentu ini merupakan bagian daripada komunitas kita dalam rangka meningkatkan bemberdayan ekonomi kerakiayatan dalam tingkat koperasi maupun usaha mikro kecil,” katanya.

“Kegiatan hari kita mendengarkan sambutan dari beliau tentunya muaranya dalam kebijakan dari Bupati. Karena sebelum dan atau sesudah mekar menjadi Kab. Mubar kita belum mendapatkan bantuan-bantuan dari sosial atau hibah, momentum ini sesuai visi misi beliau ingin membantu dan mensejahterakan masyarakat,” jelas Burahanudin

Tentu kiat bisa menyaksikan apa yang dilakukan pemimpin kita hari ini, yang tidak bisa dibantahkan mulai pembangunan fisik yang ada berbagai program-program infrastruktur beliau dan tidak melupakan pemberdayan ekonomi kerakyatan yang menjadi urat nadi perekonomian daerah kita ini lah maksud kita mengambil tema hari ini.

Dalam kesempatan itu Bupati memberikan sambutan, bahwa ada bantuan dari APBN dan bantuan ini diberikan bukan tunai tapi fisik dari masing-masing yang diberikan bantuan.

“Kalau di koperasi diusahakan kelas menengah, misalnya sembako, dan saya minta dari dinas yg bersangkutan kalau ada bantuan jangan lagi dipotong-potong langsungkan di masyarakat, karena ini penting hal yang menjadi pemikiran kita semua dalam rangka bagaimana meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

2015 sampai 2019 kita mendapatkan pemberdayaan dari sisi pendidikan kesehatan, tingkat desa dan InsyaAllah tahun depan bantuan operasional dan ada kelurahan tahun depan akan diberikan untuk pola penggunakan tidak dari APBN tapi langsung dari pusat. (La Ode Safarudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *