Deddy Yulianto : Gubernur Menyalahi Aturan Terhadap Program Kerja Magang dan Kuliah di Taiwan

ANALISAPUBLIK.COM | Pangkal Pinang – Wakil Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Deddy Yulianto terus mengkritik kebijakan Elzardi Gubernur Babel, terhadap mahasiswa yang magang di Taiwan.

Dia menganggap Gubernur menyalahi aturan bukannnya melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut. Tetapi melakukan pembenaran dengan menyoroti dan menggiring opini video mahasiswa yang mungkin terkena keberuntung kuliah dan magangnya.

Padahal mahasiswa yang kurang beruntung dalam magang dan yang dikebiri hak-hak mereka semestinya juga harus di sorot.

“Mestinya gubernur melakukan evaluasi bukan melakukan pembenaran melalui kepala dinas pendidikan. Semua mesti transparan, pengakuan adek-adek (mahasiswa) disana kuliah dan kerjanya tidak nyambung,” ujar Deddy, Selasa (04/11/2018).

Gaji tidak jelas dan tidak transparan berapa per minggu, perbulan dan lembur atau tidaknya. Sebab semua dihitung menyeluruh menggunakan bahasa Taiwan, seharusnya ada bahasa Indonesia supaya tahu hak-hak mereka selama kerja disana.

Deddy mempertanyakan terkait status S1 mereka di Taiwan, apakah setara dengan S1 di Indonesia dan bisa melanjutkan ke S2 ?  Selain itu, masalah kerjasama dengan perusahaan Hong fu Internasional juga dipindahkan dengan perusahaan lain yang artinya ada jual beli tenaga kerja.

“Seharusnya dari awal ditegaskan kuliah dimana dan magangnya dimana? mesti jelas jangan sampai sudah di Taiwan magangnya tidak jelas,” ucap wakil rakyat yang sudah menjabat dua periode ini.

Deddy menegaskan, Gubernur Babel mesti bertanggung jawab akan keselamatan mahasiswa yang dikirim ke Taiwan untuk melakukan beasiswa magang ini. Masalah ini memunculkan hak interpelasi kepada Gubernur Erzaldi, karena telah melakukan kerjasama dengan Taiwan tanpa melibatkan DPRD Babel.

“Belum ada persetujuan pemerintah pusat bahkan Indonesia belum ada hubungan diplomatik dengan Taiwan. Dalam rekomendasi DPRD mengatakan bahwa gubernur telah menyalahi aturan dan memerintahkan untuk memutuskan kerjasama tersebut dan menjamin hak-hak pelajar asal Bangka Belitung di Taiwan dan teliti dalam melakukan kerjasama dengan Propinsi Babel, itu hasil rekomendasi dari DPRD terkait usulan hak interpelasi,” ungkapnya

Deddy membeberkan keluhan yang disampaikan oleh Mahasiswa disana (Taiwan) terkait jam belajar lebih sedikit ketimbang kerjanya, ada yang belajar 1 hari dan 5 hari kerja, ada juga 2 hari belajar 4 hari kerja. Kerja sampai jam 12 malam namun penghasilan di terima tidak jelas berapa jam kerja, berapa lembur, berapa perjam digaji.

Aturan di Taiwan anak-anak magang tidak boleh 20 jam per minggu tapi nyatanya pengakuan dari pelajar disana mereka kerja 40 jam per minggu dan hari libur nasional tetap kerja.

“Kalau sudah seperti ini patut diduga ada yang ditutup-tutupi, sedangkan di Indonesia sendiri 7 jam kerja, selain itu juga terkait masalah mess ada yang digabung dengan tenaga kerja asing. Kuliah di managemen informatika, tapi magangnya bagian packing kardus kaca mata, cuci kaca mata,” ungkapnya.

Tapi disisi lain kata Deddy, ada anak-anak dan orang tua yang benar-benar berpikiran kuliah dan magangnya selaras alias nyambung.

“Satu hal yang kami ingin sampaikan mahasiswa kita menggunakan visa belajar dan apakah mereka terdaftar di ketenagakerjaan di Taiwan? Itu harus dipastikan jangan sampai terjadi sesuatu hal semuanya lepas tangan,” ungkapnya.

Deddy pun mempertanyakan kepada gubernur, apabila tidak ada kesalahan prosedur dan tidak menyalahi aturan kenapa gubernur Babel memutuskan sepihak dengan Taiwan? Walaupun
DPRD babel mengetahui surat itu tidak dilayangkan ke Taiwan bahkan mengirimkan lagi melalui Polman sebanyak 149 mahasiswa.

“Kalau merasa benar dan sesuai prosedur kenapa Gubernur Babel melakukan pembatalan kerjasama dengan Hong fu Internasinoal sesuai surat yg dikirim oleh gubernur Nomor 120/0586 a/l tanggal 8 Agustus 2018 perihal pemberitahuan pembatalan MoU walaupun kami tahu surat itu tak pernah dikirimamkan,” tutupnya. (iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *