Ketua Paguyuban Pengusaha Hiburan Banyuwangi : Pengusaha Harusnya Patuhi Perda

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Para pengusaha tempat hiburan di Banyuwangi seharusnya mematuhi Perda (Peraturan Daerah) yang sudah ada. Pernyataan tersebut disampaikan Fx. Fafan Luika, selaku Ketua Paguyuban Pengusaha Hiburan Banyuwangi (P2HB).

“Saya sudah menghimbau kepada semua yang tergabung di P2HB agar mengikuti aturan yang sudah ada,” ucapnya, Selasa (4/12/2018).

Menurutnya, P2HB hanya menghimbau dan mengingatkan, tetapi jika masih ada tempat hiburan yang diduga melanggar aturan yang ada, maka yang berkompeten menertibkan adalah pihak terkait. “Kalau melanggar Perda kan sudah ada Satpol PP yang akan menertibkan,” terangnya.

Dia pun menjelaskan jika P2HB dibentuk untuk kebersamaan sesama pengusaha tempat hiburan yang ada di Banyuwangi, sehingga tidak ada persaingan yang kurang sehat.

“Paguyuban ini dibentuk agar dalam usaha tempat hiburan bisa berjalan dengan kompak, sehingga tidak ada yang dispesialkan atau pun di diskriminasi,” jelasnya.

Dan saat ini, lanjut Fafan panggilan akrabnya, tempat hiburan yang tidak tergabung dalam P2HB ada 2 yaitu Ashika dan The Heroes. “Dua tempat itu sudah keluar dari paguyuban,” imbuhnya.

Seperti diketahui, maraknya tempat karaoke di Bumi Blambangan, nampaknya belum dibarengi dengan ketegasan pihak terkait dalam menegakkan aturan. Maka jangan heran jika hampir seluruh tempat karaoke di Banyuwangi, terang-terangan melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan serta Perda Perda No 12 Tahun 2015 tentang tentang Pengawasan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Dari pantauan awak media, sejumlah tempat karaoke yang disinyalir kerap melanggar kedua Perda tersebut diantaranya, Ashika, di Dusun Pancoran, Desa Krangbendo, Kecamatan Rogojampi, QQ di Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. The Heroes, Jajag, Kecamatan Gambiran, tempat karaoke Mendut, Mascot, Mirah dan lainnya. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *