RS DR (HC) Soekarno Babel Kerjasama Dengan HPI di Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Pada 2019

ANALISAPUBLIK.COM | Pangkal Pinang – Rumah Sakit DR (HC) Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengajak Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel bekerjasama, dalam kegiatan sosial operasi bibir sumbing.

Kegiatan ini direncanakan akan dilakukan sepanjang tahun 2019 mendatang, untuk mempercepat terwujudnya kerjasama tersebut, dalam waktu dekat ini RS Soekarno Provinsi Babel akan menandatangi MoU bersama HPI Babel.

“Kita siap kerjasama dengan teman-teman pewarta untuk kegiatan sosial. Tahap awal ini kita buat kegiatan operasi bibir sumbing. Nanti kita buat kegiatan lain yang bermanfaat untuk masyarakat Babel,” ujar Direktur RS DR (HC) Soekarno Provinsi Kepulauan Babel Dr Armayani Roesli Sp B Finacs, saat berbincang-bincang santai di La Terase Cafe, Minggu (16/12/2018).

Menurut Armayani, dengan fasilitas peralatan dan sumber daya manusia (SDM) yang sudah mumpuni, tidak menjadi halangan bagi RS Dr (HC) Soekarno Provinsi Kepulauan Babel melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang berkaitan dengan bidang kesehatan.

Rumah sakit ini adalah milik masyarakat Bangka Belitung, maka menjadi wajar jika diperuntukan bagi masyarakat Bangka Belitung.

“Dalam kegiatan sosial ini, kita juga ingin mengajak masyarakat Babel untuk menggunakan RS ini sebagai rumah berobat bagi seluruh masyarakat Babel. Apalagi fasilitas dan tenaga medis kita sudah sangat kompeten,” tukas Armayani.

Melalui kerjasama ini, Armayani berharap bisa membantu kesulitan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima dan berkelanjutan.

“Secepatnya kita MoU. Selanjutnya mulai Januari kita bisa laksanakan kegiatan sosial operasi bibir sumbing ini. Silahkan kepada teman-teman HPI untuk mengkoordinasikan siapa saja masyarakat yang butuh mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing. Syaratnya mudah, cukup berusia minimal enam bulan sudah bisa menjadi peserta dan bisa mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing,” tegasnya.

Ajakan Direktur RS Dr (HC) Soekarno ini disambut antusias oleh Ketua HPI Babel Rikky Fermana.

Menurut Sinyu Pengkal sapaan akrab Rikky pihaknya siap bekerjasama mensukseskan kegiatan sosial operasi bibir sumbing tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi ajakan Pak Dr Armayani. Kami siap bekerjasama sama untuk ikut melayani masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan operasi bibir sumbing ini. Kami juga siap jika RS Dr Soekarno mengajak dalam kegiatan sosial lainnya,” ujar Rikky.

Bibir sumbing adalah kelainan bentuk bibir yang bisa terjadi pada satu atau kedua sisi mulut. Masalah ini berawal sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Bibir sumbing terjadi ketika jaringan pembentuk bibir dan langit-langit mulut gagal menyatu sempurna.

Idealnya, kedua jaringan pembentuk ini seharusnya akan menyatu pada bulan kedua dan ketiga kehamilan.
Ketika jaringan bibir dan langit-langit mulut tidak bisa menyatu, akhirnya terbentuklah celah pada bibir, bagian pangkal hidung, tulang rahang atas, serta gusi.

Faktor genetik kemungkinan memainkan peran besar sebagai penyebab bibir sumbing.

“Ya, orangtua atau saudara kandung bisa saja mewariskan gen pemicu timbulnya bibir sumbing. Konsumsi obat selama masa kehamilan ibu juga turut memengaruhi kondisi bayi saat lahir,” papar Armayani.

Selain itu, faktor dari lingkungan sekitar juga punya andil cukup kuat sebagai penyebab bibir sumbing. Misalnya ibu hamil yang sering terpapar virus dan bahan kimia. Kebiasaan minum alkohol, konsumsi obat-obatan terlarang, hingga kekurangan nutrisi tertentu selama kehamilan. (Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *