Festival Lomba Pantun Modero ke-2 Tingkat Kab. Muna Barat Digelar di Desa Ndoke

ANALISAPUBLIK.COM | Muna Barat – Pembukaan Festival Lomba Pantun Modero yang kedua kalinya Tingkat Kabupaten Muna Barat (Mubar) digelar ini hari yang dilaksanakan di Desa Ndoke Kec. Sawerigadi pada Rabu (26/12).

Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) menyelenggarakan kegiatan ini dengan tema “Melalui Kebudayaan,Kita Bangun Kebersamaan, Demi Terwujudnya Masyarakat Muna Barat Yang Aman, Damai, Nyaman dan Sejuk”.

Kepala Badan Kesbangpol La Ode Andimuna sebagai Ketua Penyelenggaraan, mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara karena dukungan dari Pemerintah Daerah serta partisipasi masyarakat yang teristimewa pada Kepala Daerah L.M Rajiun Tumada dimana sejak Memimpin Daerah Ini menerapkan atau mengembalikan budaya yang telah lama hilang dengan melaksanakan kegiatan festival ini.

Lanjut Andi, kegiatan ini diselenggarakan yang ke- 2 kalinya dimana pertama dilaksanakan di bulan November dan pada kali ini dilaksankan pada bulan ini, “Dimana kegiatan ini sebagai forum silaturahim antar masyarakat dengan harapan membangun kebersamaan dalam bermasyarakat,” jelasnya.

“Saya berharap pada kegiatan kali ini lebih meriah daripada kegiatan sebelumnya, Dan saya menghimbau ada peserta modero agar menghadiri pembukaan yang InsyaAllah akan diselenggarakan besok dimana salah satu syarat untuk mengikuti festival kali ini”, tegasnya.

Menurut mantan Bupati Kab.Muna Dokter Baharudin, kegiatan festival yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat sangat luar biasa dimana kegiatan ini mengangkat dari salah satu wisata seni budaya yang sudah lama hilang.

“Kita harus sadari dan akui budaya ini sudah lama tidak muncul ketika Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat melakukan kegiatan ini sangat yang positif sekali”, ujarnya.

Kegiatan ini dilakukan, bukan hanya di Mubar tapi di Muna secara keseluruhan tarian modero dengan pantun ini adalah bagian dari budaya Daerah tradisional kita, Ketika kita tidak angkat dari sekarang maka generasi muda kita tidak akan tau budaya seperti ini jadi saya sangat apreasiasi sekali dengan dilakukan kegiatan ini.

“Harapannya tentu dengan kegiatan ini agar selalu bermasyarakat, bukan hanya ada festival baru bermasyarakat tetapi dimasyarakat harus bermasyarakat dan berinteraksi dengan tujuan membangun hubungan antar suku yang ada di Daerah ini dan harus bangga dengan kegiatan ini”.

“Adanya pantun modero ini kita harapkan Interaksi yang mengikat yang aman, damai, nyaman serta sejuk ini terikat setiap daerah tidak hanyabdalam kegiatan festival tapi betul-betul memasyarakat,” pungkasnya. (La Ode Safarudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *