Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Akan Tata 4 Obyek Wisata

ANALISAPUBLIK.COM | Muna Barat – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 ini akan mengoptimalkan penataan 4 wisata yakni wisata Pulau Indo, Pantai Pajala, Permandian Matakidi dan Wakante.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ali Kadirun, bahwasanya penataan 4 wisata ini melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK)
tahun anggaran 2019 Khusus untuk Kegiatan Fisik dan Non Fisik sebesar 3,6 Milyar.

“Dana tersebut diperoleh berkat dorongan dan penguatan Bupati Mubar. L.M.Rajiun Tumada serta Kegigihan Kepala Dinas Pariwisata Muna Barat yang lama Drs.Abdul Nasir Kola bersama tim Internal Dinas. Insya Allah, Sesuai hasil Verifikasi akhir yg tinggal menunggu SK Menteri Pariwisata dana sebesar Rp.3,6 Milyar tersebut akan dimanfaatkan maksimal untuk kegiatan fisik dan non fisik,” katanya pada Jum’at (11/1/2019).

Lanjut Kadirun, penatan kegiatan fisik meliputi pembangunan ruang ganti, toilet Pantai Pajala, pembangunan pergola Permandian Matakidi, pembuatan jalur jalan pejalan kaki di permandian Matakidi, pembuatan jalan setapak Pulau Indo, pembangunan menara pandangan (View Deck) Pulau Indo, pembangunan cendramata pulau Indo, pembangunan musholla Pantai Pajala, pembanguna gedung pertunjukan dipantai pajala,pembangunan gapura identitas benteng tiworo serta pembuatan jalan dalam kawasan wisata permandian wakamte,” jelasnya.

“Selain kegiatan fisik tersebut, Dinas pariwisata dan kebudayaan melalui DAK Non Fisik akan menyelenggarakan 4 kegiatan pelatihan dalam rangka peningkatan sumberdaya pariwisata, yaitu pelatihan pengelolaan destinasi, pelatihan pengelolaan Home Stay dan pelatihan keterampilan kuliner bagi pengelola rumah makan dan warung makanan, serta pelatihan penggunaan lat Snorkeling untuk wisata bahari”, urai Kadirun saat ditemui di ruang kerjanya.

Insya Allah Pariwisata Mubar akan semakin berkembang ini tidak terlepas dari capaian dari Kepala Dinas Lama yang gigih menuntaskan dua rancangan, yakni peraturan daerah yang dimaksud peraturan daerah tentang penyelenggaraan kepariwisataan dan peraturan daerah tentang rencana induk pembangunan pariwisata daerah (Riparda).

Untuk itu mohon dukungan serta doa dari semua pihak, Alhamdulillah kedua perda ini akan menjadi rujukan baik pengelolaan maupun pembangunan sektor kepariwisataan Mubar.

“Saya tinggal menindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata, Konsistensi pelaksanaan dan pembangunan serta dukungan peningkatan kapasitas sumberdaya kepariwisataan serta promosi yg baik”, tukasnya.

Semoga capaian ini bisa makin melejitkan geliat perkembangan sektor pariwisata yg berujung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat terutama para pelaku usaha kepariwisataan dan masyarakat di sekitar obyek wisata.

“Walaupun saya baru menjabat Kepala Dinas yang baru dilantik beberapa hari yang lalu. Pihak kami akan bekerja semaksimal mungkin yang pada tujuannya wisata Mubar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kedepanya,” bebernya. (La Ode Safarudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *