Angin Puting Beliung Porak Poranda Pesta Pernikahan dan Kubah Masjid di Glagah

ANALISAPUBLIK.COM | Lamongan – Begitu Dahsyatnya angin puting beliung disertai hujan siang ini menghantam Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Sabtu (12/1/2019).

Ada dua desa yang terdampak, Desa Glagah dan Desa Margoanyar. Sejumlah bangunan rumah dan sekolah roboh. Bahkan, tenda pesta pernikahan milik warga juga ikut tersapu angin.

Puluhan rumah rusak parah akibat angin puting beliung yang menyapu daerah tersebut sekitar pukul 14.00 WIB Tidak hanya rumah, bahkan sekolah, kantor, pondok pesantren hingga tenda pernikahan warga di desa tersebut ikut roboh diterjang angin puting beliung.

Beberapa bangunan di Desa Glagah sudah rata dengan tanah. Begitu juga bangunan di desa Margoanyar juga mengalami kerusakan parah. Di Dusun Margorukun, Desa Margoanyar, bahkan ada kubah masjid terbang. Di desa Glagah beberapa bangunan sudah rata dengan tanah. Tempat sekolah, apotik dan lain-lain itu lumayan parah, asbesnya masuk kelas, perpustakaan juga basah.

Sedangkan untuk kerusakan rumah, yang mengalami kerusakan parah kebanyakan adalah rumah yang berada di tepi tambak atau sungai, mengingat di desa Glagah masih banyak terdapat tambak.

“Yang parah (rumah, red) tepi tambak atau sungai, di Glagah kan banyak tambak juga. Nah persis di depan, samping kanan kiri rumah saya ada yang separuh rumah habis, ada yang terasnya aja, ada yang asbesnya hilang entah kemana,” kata anggota BPBD Lamongan.

Saat ini, beberapa petugas BPBD Lamongan beserta warga bergotong-royong memotong dan mengevakuasi pohon tumbang. Ini mengingat banyaknya pohon tumbang dalam posisi melintang menutup jalan. Sehingga banyak pengguna jalan yang terjebak karena jalan masih belum bisa dilewati.

Para korban yang ada di Puskesmas Glagah banyak yang memilih berada di luar Puskesmas karena masih mengalami trauma jika berada di dalam puskesmas.
“Korban yang ada di puskesmas banyak yang tidak masuk, karena yang didalam puskesmas juga takut,” jelasnyan.

Besarnya angin puting beliung di daerah tersebut, bahkan mematahkan pohon asam, pohon jati, hingga pepohonan di sekitar jalan. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *