Batik Lokal Biak Cinta Kasih Manyori, Terinspirasi dari Patung Karwar

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Kreativitas tak memiliki batas. Seni dan ide memiliki keleluasaan untuk mendatangkan inspirasi yang menghasilkan karya terbaik.

Inspirasi bisa datang dari mana saja, tak terkecuali salah satu patung Karwar dan burung Mambruk yang merupakan ciri khas Kabupaten Biak Numfor.

Hairil seorang seniman muda yang mulai mengembangkan usaha melalui karya kain batik bernama Cinta Kasih Manyori.

“Saya berkeinginan untuk memberikan sentuhan motif yang khas daerah Biak, terutama ada motif patung karwar, burung mambruk dan motif lainnya yaitu in atau ikan dalam bahasa Indonesia. Mengingat Biak adalah daerah kepulauan yang potensinya adalah perikanan”, tutur Hairil di Biak, Papua, Sabtu (12/1).

Kain batik yang diproduksinya ada dua jenis yakni batik tulis dan batik cap. Untuk bahan baku pembuatan batik ucap Hairil, didatangkan dari Jogja.

“Saat ini untuk bahan bakunya kami masih ambil dari Jogja seperti kain, cetakan dan bahan pewarnanya, namun untuk bahan pewarna saya sudah mencoba menggunakan beberapa jenis tumbuhan dan akar – akaran sebagai pewarna alami” jelasnya.

Dalam sehari ia bisa memproduksi 5 lembar kain batik tulis, sedangkan batik tulis pengerjaannya cukup lama 2 minggu baru bisa menghasilkan 1 lembar kain dengan ukuran 2 meter panjangnya.

Home industri Kain Batik Cinta Kasih Manyori saat ini dijual secara lokal. Berharap dengan tumbuhnya karya lokal batik khas Biak dapat menjadi salah satu potensi pengembangan usaha kecil di daerah ini. (JER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *