Polres Tahan Satu Lagi Oknum ASN Kemenang OTT Dana Rehab Masjid Pasca Gempa Lombok

ANALISAPUBLIK.COM | Mataram – Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam,S.IK mengatakan pihaknya kembali dapat mengungkap peran tersangka tambahan dalam kasus OTT oknum ASN Kemenag Lombok barat yang berinisial BA dalam kasus Pungli dana Rehabilitasi Masjid terdampak Gempa,berinisial IK yang menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Lombok Barat.
Hal itu disampaikan Kapolres kepada awak media Rabu (16/01/2019).

“Jadi BA, tersangka pertama, melakukan pemungutan kepada pengurus masjid berdasarkan perintah dari IK. Hasil pungutan dari BA ini lah yang disetorkan ke IK,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa IK ditangkap oleh timnya pada Selasa (15/01/2019) malam. Dalam penangkapan tersebut petugas kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa uang yang diduga hasil pungutan sebanyak Rp55 juta.

“Barang bukti diamankan dari hasil penggeledahan di rumahnya berupa uang Rp55 juta ini diduga setoran dari BA, dan juga ada uang yang diduga langsung diambil IK dari masjid di Lingsar dan Batu Layar,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tersangka BA, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Lombok Barat yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Gunungsari.

BA ini tertangkap tangan oleh Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mataram, pada Senin (14/01/2019) sekitar pukul 10.00 WITA, dijalan limbungan selatan,Desa Taman Sari,Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.Sesaat setelah terima uang dari Panitia Masjid Baiturrahman Limbungan selatan.

Kapolres Juga menambahkan tersangka memungut potongan dana rehabilitasi Masjid terdampak gempa sejak desember 2018.”Total dana yang dikumpulkan oleh tersangka Rp.105 juta, itu dari empat Masjid, karena mereka memotong 20% dari besaran dana yang diperoleh masing-masing Masjid”. Terang Kapolres yang didampingi Kasatreskrim AKP.Joko Tamtomo.

Dari data besaran dana bantuan Rehabilitasi Masjid terdampak gempa dikecamatan Gunung Sari berkisar Rp.50juta sampai dengan Rp.100juta dan oknum tersebut memungut 20%, dengan modus mereka menagih ke panitia Masjid setelah dana masuk ke rekening Masjid yang bersangkutan. Bahkan BA mengancam kepada panitia Masjid, kalau tidak dikasih maka bantuan berikutnya tidak akan diberikan lagi.

Setelah menangkap BA pihak penyidik Polres Mataram langsung mengadakan penggeledahan diruangan Bidang Pembinaan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Provinsi NTB.Dan tercatat ada 58 Masjid yang mendapat bantuan dana rekonstruksi pasca gempa dipulau Lombok dengan total dana tahap pertama Rp.6 Milyar.yang berasal dari Kemenag RI atau dana APBN.

Akibat perbuatannya tersangka BA dijerat dengan pasal 12e UU RI No.20/2001 tentang perubahan atas UU RI No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan ancaman pidana paling ringan 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun,serta denda minimal Rp.200juta dan paling banyak Rp.1 Milyar. (Bul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *