Kontraktor Pelaksana Hiraukan Teguran Konsultan Pengawas dan Pelaksana Teknis Dinas PUPR Serang

Kegiatan peningkatan jalan penghubung Kecamatan Ciruas, Lebakwangi, Pontang dan Tirtayasa tahun anggaran 2017.

ANALISAPUBLIK.COM | Serang – Pada paket pengerjaan proyek betonisasi jalan penghubung empat kecamatan yakni kecamatan Ciruas, Lebakwangi, Pontang dan Tirtayasa, saat ini masih dikerjakan dengan pencapaian progres 90 persen.

Namun dalam pelaksanaannya diduga dengan sengaja kurangi speak. Sudah enam kali teguran lisan maupun tertulis diberikan kepada pelaksana, namun kesalahan yang sama tetap dilakukan.

Yus selaku konsultan pengawas mengungkapkan kekesalannya kepada awak media dengan nada berang,

Hanafi selaku Pelaksana Teknik Dinas PUPR kabupaten Serang, menambahkan. “Kami merasa tidak dianggap, sudah enam kali teguran secara tertulis kami layangkan kepada pelaksana lapangan (Ramdan_red), namun dirinya tetap saja membangkang dan melakukan kesalahan yang sama, tidak hanya terkait panjang dowel yang sengaja dikurangi, banyak hal terkait pekerjaan yang dapat menimbulkan pengurangangan kualitas,” ujarnya pada Sabtu (26//1/2019) di lokasi proyek.

Dalam hal ini konsultan dan pelaksana teknis menganggap sikap Ramdan sudah sangat arogan, dirinya punya acuan SOP dan spesifikasi dalam kegiatan yang harus dipatuhi dan sudah menjadi komitmen bersama.

Banyaknya dugaan kejanggalan pada paket kegiatan betonisasi ini diduga nampaknya sengaja dilakukan kontraktor untuk meraup keuntungan semata hal ini diungkapkan Suprany selaku aktifis setempat bidang pemerhati pembangunan saat berbincang dengan awak media di kediamannya.

“Banyak sekali kejanggalan yang terjadi pada pengerjaan proyek Betonisasi ini nampaknya sengaja dilakukan oleh pihak kontraktor pelaksana untuk meraup keuntungan semata seperti pada pelaksanaan pemadatan saja tidak maksimal dan diduga terjadinya pelemahan kontruksi faktanya kontuksi jalan amblas hal lain pada pembesian dowel kerap kali pihak pelaksana terkesan sengaja lakukan pengurangan panjang dowel dalam satu segmen saja rata- rata tiga sampai empat batang besi dowel berukuran 40 cm.

Suprany juga menyayangkan belum adanya tindakan yang tegas dari pihak terkait, “Sayang sekali belum adanya tindakan tegas dari pihak terkait, padahal banyaknya kejanggalan terkait hal ini sudah diketahui konsultan pengawas maupun pelaksana teknis, mestinya bukan hanya pemotongan pembayaran saja nantinya upaya preventif (pencegahan) dengan memberikan sangsi pemutusan kontrak sejak dini mestinya dilakukan,” ungkapnya.

Sekedar untuk diketahui proyek betonisasi jalan penghubung empat kecamatan yang merupakan program pemerintah kabupaten Serang CQ DPUPR kabupaten Serang Banten dengan nama paket peningkatan Jalan penghubung Kecamatan Ciruas, Lebakwangi, Pontang dan Tirtayasa dengan volume 10.000 M sumber dana DAU-APBD Kab. Serang Nomor Kontrak : 620/14-PK.1772245/SPK/JL.PGHBG-K.CRS/PPK-BM/PUPR/2017. Tertanggal 18 Desember 2017 waktu pelaksanaan 13 bulan kalender Dengan Nilai kontrak tertera Rp. 28 milyar yang dikerjakan oleh PT. Vanca Utama Perkasa selaku pemenang tender Tahun Anggaran 2017 dengan PT. Angeli Eorip Mandiri selaku konsultan. (wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *