WNA China Bernama Karsono Hoax, Begini Faktanya

ANALISAPUBLIK.COM | Cilacap – Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal china bernama Karsono tengah viral di media sosial baru-baru ini dalam tayangan sebuah video.

Dia diduga memiliki KTP Indonesia dengan nama Karsono dan bekerja di PLTU Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Berdasarkan analisa kami, seorang WNA ataupun TKI yang bekerja di Luar Negaranya maka ia akan mendapatkan seperti kartu identitas untuk menetap atau bermukim dinegara itu.

Setiap negara menetapkan aturan kepada pekerja asing tidak terkecuali WNA yang bekerja di Indonesia ataupun TKI yang bekerja di luar negeri, selain itu setiap perusahaan ataupun majikan punya aturan sendiri seperti penahanan Passport dan hal ini diganti oleh Kartu Identitas untuk mukim sementara dan bisa digunakan untuk melakukan perjalan, kemudian Penilangan seorang WNA juga tidak hanya terjadi di indonesia tapi di luar negri juga apabila diduga kuat Kartu Mukim Sementara habis maka akan ditahan ditanyakan dimana majikan atau perusahaan tempatnya bekerja jika ternyata WNA itu kabur maka akan ditahan dan kemudian dipulangkan ke negara asalnya.

Hal seperti diatas juga dilakukan oleh pihak imigrasi di seluruh indonesia untuk mengawasi dan menilang WNA yang melanggar aturan izin tinggal di indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I A Kota Semarang, Ramli HS mengatakan, Informasi yang beredar di dunia maya mengenai WNA asal china adalah kesalahpahaman, dia Shan Lichang memang benar bekerja di PLTU bunton.

“Dari data yang kami peroleh di imigrasi Cilacap, Shan Linchang memang terdata bekerja di PLTU Bunton, tidak ada dugaan menggunakan KTP palsu, dia memang punya identitas pekerja Tiongkok,” kata Ramli Jum’at (25/1/2019).

Issu tersebut bermula dari kesalahan individu, dimana petugas keamanan di PLTU setempat sengaja memviralkan jika ada pekerja China dan dengan memanggilnya Karsono dengan maksud sebagai gurauan namun justru menjadi viral.

“Sekuriti juga sempat diperiksa karena sempat merekam video itu, jadi kami mengingatkan sekuriti untuk panggil dengan namanya bukan Karsono, tapi Shan Lichang,” ujarnya.

Pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya kepada para WNA sampai saat ini masih berlangsung. Hal itu dilakukan sebagai upaya agar tidak ada pekerja asing yang menyalahi aturan mukim atau izin tinggal di Indonesia.

“Kami akan menyelidiki dan memantu keberadaan pekerja asing di PLTU Cilacap serta yang tinggal di rumah-rumah penduduk lokal supaya tidak ada yang melanggar izin, jika WNA itu memenuhi izin maka tidak ada masah, namun tetap akan kita awasi,” tegasnya. (M. Hasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *