Bejat ! Bapak Perkosa Anak Kandungnya Berkali-kali

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Seorang pria yang berprofesi supir angkutan umum (Angkot, red) berinsial YA alias Amt (34) ini terpaksa harus menahankan dinginnya lantai penjara Polrestabes Medan, pasalnya, pria yang memiliki 2 orang anak ini terpaksa dilaporkan isterinya sendiri berinsial R (37) ke Mapolrestabes Medan lantaran suaminya tersebut tega melakukan pencabulan terhadap kedua anak kandungnya yang masih dibawah umur.

Menurut informasi yang ada diperoleh, istri tersangka terpaksa melaporkan kepihak Polrestabes Medan atas perbuatan biadab suaminya yang tak sepantasnya dilakukan terhadap kedua anaknya berinsial SN (10) dan NSN (9) yang juga masih sekolah dibangku kelas IV SD. Kedua korban yang juga masih anak kandung tersangka dari informasi keterangan yang ada dimana selain kedua korban disuruh oleh ayah kandungnya sendiri tersebut dengan dugaan menghisap alat kemaluan vital tersangka. Tak hanya sampai di situ saja aksi perbuatan bejad tersangka terhadap kedua anak kandungnya melainkan aksi pencabulan yang dilakukannya terhadap ke dua anak kandungnya sendiri dilakukan berulang kali.

Aksi perbuatan bejad tersebut terungkap dimana oleh isteri tersangka R (37) sempat tidak sengaja memergoki aksi bejad perbuatan suaminya dengan cara menggesek-gesekan alat kemaluannya ke bagian dubur putri anak kandung tersangka.

Melihat aksi bejadnya kepergok oleh istrinya, akhirnya keributan pun tak terelakan lagi, antara tersangka dengan istrinya berinsial R (37) tersebut.

Meskipun demikian oleh istri tersangka tak tega melaporkan perbuatan tak senonoh yang dilakukan suaminya tersebut, namun karena perbuatan bejad yang tak sepantasnya dilakukan tersangka terhadap ke dua anak kandungnya sendiri yang dilakukan YA alias Amt (34) berulang kali yang akhirnya tersangka pun dilaporkan isterinya ke pihak Kepolisian Polrestabes Medan.

Dihadapan pihak petugas, istri tersangka menjelaskan dimana dalam dugaan aksi pencabulan yang dilakukan tersangka dengan cara oral Sex terhadap kedua anak kandungnya sendiri tersebut dilakukan di dalam rumahnya pada tahun 2015 hingga sampai awal bulan Desember tahun 2018.

Setelah laporan pengaduan seorang IRT yang memiliki 2 orang anak tersebut diterima oleh pihak petugas yang selanjutnya tersangka (Suaminya, red) langsung diringkus petugas dari tempat kediaman rumahnya yang berada di kawasan Dusun XI Jalan Medan Batang Kuis Pondok I Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira saat dikonfirmasi oleh beberapa wartawan media yang ada dimana membenarkan kejadian tersebut yang dilakukan tersangka seorang supir mobil angkot secara berulang kali terhadap kedua korban yang masih merupakan anak kandung tersangka yang awalnya dilakukan oleh tersangka pada tahun 2015 silam lalu hingga bulan Desember 2018.

Disamping itu AKBP Putu juga menambahkan dimana akibat perbuatan bejad yang dilakukannya berulang kali terhadap anaknya yang akhirnya tersangka berinsial YA alias Mat (35) dilaporkan oleh isterinya sendiri ke pihak Polrestabes Medan, namun menurut keterangan AKBP Putu Yudha kembali lagi dimana meskipun R (37) melaporkan suaminya sendiri ke Polrestabes Medan akan tetapi oleh isterinya tersebut tidak mengingat tanggal dan bulan kejadian atas perbuatan yang dilakukan tersangka.

“Menurut keterangan isterinya yang sebagai pelapor dimana tersangka melakukan pencabulan terhadap korban sejak tahun 2015, akan tetapi pelapor yang tak lain istrinya tersebut tidak mengingat akan tanggal dan bulan kejadian atas perbuatan yang dilakukan oleh si tersangka,” ujar kepada pewarta pada Sabtu (9/2).

Sambung Kasat Reskrim kembali mengatakan, “Karena adanya perbuatan tersebut yang selalu di ulangi oleh si tersangka yang hingga akhirnya istrinya langsung melaporkan kejadian atas adanya perbuatan yang dilakukan suaminya yang ada secara resmi pada pihak Polrestabes Medan yang selanjutnya langsung ditindaklanjuti dan saat ini pelaku telah diamankan,” ucap AKBP Putu Yudha Prawira kembali menjawab konfirmasi beberapa wartawan yang ada sembari menambahkan dimana guna mempertanggung jawabkan hasil perbuatannya tersangka melanggar pasal 81 ayat 1,2,3 Jo 76 D atau pasal 82 ayat 1,2 Jo 76 E UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI no 23 tentang Perlindungan Anak.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka melanggar pasal 81 ayat 1,2,3 Jo 76 D atau pasal 82 ayat 1,2 Jo 76 E UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI no 23 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara atau denda 5 Milyar,” jelasnya. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *