Anggota PKK Sidoarjo Dilatih Parenting

ANALISAPUBLIK.COM | Sidoaro – TP-PKK Kabupaten Sidoarjo gelar Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja dengan penuh kasih sayang di pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis, (14/3).

Acara sosialisasi tersebut menghadirkan seorang psikolog sebagai narasumber dan diikuti oleh 200 orang lebih ibu PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengasuhan anak/parenting.

Sosialisasi dibuka Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin. Wakil Ketua II TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Endang Ahmad Zaini turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Wakil Ketua I TP-PKK Kab. Sidoarjo Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan banyaknya fenomena yang terjadi dikalangan masyarakat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Untuk itu TP-PKK mengembangkan program unggulannya. Yakni pola asuh anak dan remaja dengan penuh cinta dan kasih sayang dalam keluarga. Program tersebut sebagai upaya pembelajaran para kader PKK dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengasuhan anak. Pola pengasuhan anak yang diharapkan sesuai dengan tahap perkembangan usia anak,’ katanya.

“Hal ini merupakan upaya membentuk karakter anak yang mulia dengan menanamkan prilaku berbudaya dan berkepribadian melalui keteladanan orang tua,” ucapnya.

Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin menambahkan dengan pola pengasuhan yang benar, anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal. Nilai-nilai sosial dan semangat gotong royong akan dimilki seorang anak melalui keteladanan orang tua. “Disinilah peran orang tua mendampingi putra-putrinya sangat diperlukan,” imbuhnya.

Lanjut Hj. Ida, untuk membentuk karakter anak yang mulia melalui pola pengasuhan yang benar diperlukan kerja keras. Selain itu juga diperlukan komitmen orang tua dalam memberikan pendidikan yang  sebaik-baiknya kepada anak-anaknya. Baik itu pendidikan agama, etika maupun ilmu pengetahuan. Tidak dipungkiri pola asuh anak dan remaja dalam keluarga sangat berpengaruh pada tumbuh kembang dan perilaku mereka,” ujarnya.

Ratna Yudha S.Psi sebagai narasumber, memaparkan orang tua diharapkan tidak menuntut anaknya diatas kemampuannya. Tuntutan tersebut menjadikan beban tersendiri bagi seorang anak. Orang tua juga diharapkan terbiasa memberikan pujian bagi anaknya. Dengan pujian tersebut akan membangkitkan kepercayaan diri anak untuk berkembang. Sebaliknya orang tua diharapkan tidak membiasakan untuk memarahi anak. Dampaknya anak akan kehilangan kepercayaan diri.

“Kasih sayang yang pertama diukur dari kata-kata, untuk itu hendaklah kata-kata orang tua memiliki makna disetiap ucapannya,” jelasnya. (HERI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *